Cerita Dari Twitter: Tentang Cerai

tentang cerai thumbnail
Tentang Cerai

Halo semuanya, kali ini gue mau coba juga untuk mulai post dengan Label "Twitter" karena di label ini gue mau sharing tentang hal-hal menarik dari dunia Twitter atau bisa gue sebut "Cerita Dari Twitter". 

Seperti yang kita tau kalau di Twitter memang kadang banyak informasi-informasi yang di sharingkan di tweet mereka dengan sebuah Thread, walaupun dengan keterbatasan twitter yang memang ada batasan kata dalam satu tweet tapi gak mengurungkan penggunanya untuk sharing yang kadang bisa begitu detail, dan menarik nya di Twitter ini reply nya bisa begitu hidup yang mana pengguna lain bisa mengomentari dan menambahkan sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Tapi gak jarang juga Thread yang dibuat itu memang juga lemparan dari status orang di Facebook ataupun source dari platform lain yang hanya di re-post di Twitter, tapi karena gue lebih gampang menemukan tulisan ini sliweran di timeline Twitter gue.

Disclaimer untuk "Cerita Dari Twitter" ini adalah pengalaman seseorang dan jadikanlah hanya referensi sebagai pertimbangan masalah lo atau siapapun karena pada dasar nya tidak semua orang mempunyai masalah yang sama ataupun masalah yang sama bisa diselesaikan dengan cara yang sama. Jadikan semua ini hanya referensi untuk membantu lo ketika mempertimbangkan apa yang harus lo ambil dan lakuin untuk menyelesaikan suatu masalah.

Gue ingin coba membagikan cerita ini karena gue rasa ada pesan yang mungkin beberapa orang lupa tentang hal itu atau bahkan menyepelekan nya. Thread ini berasal dari @bingungmilihnya yang nanti gue akan sertakan link post Thread nya serta profil penulis asli nya di akhir post.

Diakhir post pun @bingungmilihnya memberikan credit bahwa post ini origin nya dari Facebook yang tentu gue akan sertakan link dan profil penulis aslinya yaitu Leka.

Thread

Papa dan mama bercerai, cuman hanya karena papa melemparkan puntung rokoknya ke dalam pot tanaman milik mama. Mamaku adalah seorang yang bahkan untuk ke depan rumah beli sayur pun akan berpakaian super rapi dan tampil cantik.

Waktu aku 12 tahun, papa dan mama bercerai, cuman karena, papa suka melempar puntung rokok ke dalam pot tanaman mama yang juga nggak begitu terawat. Tapi walau mama udah bilang berapa kali pun, papa tetap tidak berubah.

Waktu teman-teman dan keluarga mama datang untuk mencegah, mama selalu menjawab, "Dia orang baik, cuman 1 hal aja aku gak bisa terima.." 

Nenekku marah besar waktu itu, nenek bilang sama mama, "Kamu itu terlalu pinter, jadi aja (jangan) banyak ngurusin hal yang kayak gini.."

Di mata nenek, menantunya adalah seorang yang hebat, gentle, pintar cari uang dan bisa melindungi keluarga, malahan anak perempuannya sendiri dia nilai sangat egois dan nggak pernah peduli akan perasaan orang tua dan anak.

Nenek juga gak ngerti kenapa mama selalu membesar²kan papa yang gak suka mandi, suka sembarangan lempar kaos kaki, gak punya waktu temenin mama, gak inget ulang tahun mama, hari pernikahan mereka,..

Walaupun ini termasuk kekurangan, tapi bukanya semua cowok emang kayak gitu yah?

Aku masih ingat dengan jelas, waktu mama membawaku keluar dari rumah kami dulu, mama menangis dan berkata padaku,

"Semoga kamu bisa mengerti mama, seumur hidup itu terlalu lama.."

Waktu aku 16 tahun, papa tiriku datang, dia tidak tinggi dan segagah papa, wajahnya juga biasa aja, tapi memang penampilannya bersih dan senyumnya lembut, aku sendiri bahkan nggak merasa sebal dengan keberadaannya.

Papa tiriku bisa membantu mama mengganti pot-pot tanaman yang sudah rusak, dia juga membelikan mama taplak meja baru dan satu set alat makan baru, dia membelikan mama sepasang sepatu putih yang sangat cocok dengan baju merah kesukaan mama.

Bahkan, dia membelikan aku gantungan kunci cantik untuk mengganti gantungan kunci lama yang kusam. Papa tiriku akan memegang tangan mama dan pergi jalan-jalan sore bersama untuk melihat matahari terbenam, mereka akan pergi berdua melihat bunga di taman depan rumah dan akan memberi tahu mama setiap nama bunga itu. Bahkan papa tiriku akan membawa pulang beberapa tangkai ranting yang sudah jatuh dan menaruhnya di dalam sebuah pot lalu meletakkan di atas meja belajarku.

Mama sangat suka belajar masak, setiap kali mama masak resep barunya, papa tiri selalu mengajakku duduk di meja makan dengan rapi sambil menunggu mama menghidangkan makanannya dan mulai mengomentari makanan mama, mama selalu tersenyum.

Suatu kali, mama sakit dan dirawat di rumah sakit, waktu aku pergi ke sana, aku melihat ada satu buket bunga lily di sebelah ranjang mama. Di atas meja ada buah yang udah dipotong, sedangkan papa tiriku duduk di sebelah mama sambil membaca buku.

Seorang ibu yang ada di ranjang sebelah selalu memandang ke arah mama dengan tatapan iri.

Aku akhirnya mengerti apa yang dimaksud dengan "Seumur hidup itu terlalu panjang".

Pernikahan bukan cuman perlu dua orang yang baik, tapi perlu dua orang yang bisa merasa nyaman satu sama lain. Sama seperti membeli sepasang sepatu baru, kamu baru bisa merasa nyaman setelah kamu memakainya, gak cuman dengan melihat keindahannya saja. Karena seumur hidup itu terlalu panjang.

Maka sobat, penting sekali untuk menikahi orang yang nyaman, bukan hanya orang yang baik. Setiap kita memiliki sifat berbeda, maka kita membutuhkan orang berbeda untuk melengkapi pernikahan kita.

Memang bercerai bukanlah hal yang seharusnya menjadi tujuan kita, kalau bisa menikah dengan orang yang tepat, kenapa harus mencoba dengan orang yang tidak tepat kemudian bercerai?

Ternyata cinta saja tidak cukup, rasa nyamanlah yg diinginkan setiap orang.

Kesimpulan

Yang bisa kita ambil sebenernya adalah langkah kejujuran yang diambil oleh sang ibu untuk memutuskan memang kalau dia tidak merasa nyaman, kejujuran kalau dirinya memang ngerasa gak nyaman. ya walaupun gue masih belom menikah dan memang belom ada kapasitas untuk komentarin tentang apa yang terjadi di pernikahan beliau dan suami tapi yang bisa gue mengerti dan rasakan sekarang adalah memang rasanya sangat amat menganggu untuk melakukan apapun dan menjalani bersama seseorang yang kala hati tidak nyaman untuk itu, walaupun awal nya ya kerasa biasa aja tapi ujung-ujung nya selalu ngeganggu ketenangan karena gue gak bisa dan mampu jujur kepada diri gue sendiri tentang apa yang gue rasain apalagi tentang apa yang gue mau.

terlepas dari cerai yang salah atau tidak, gue pun gak tau, tapi menurut gue beliau gak salah untuk jujur pada dirinya sendiri. Memang seumur hidup itu terlalu panjang untuk ditempuh dengan beban seperti itu, karena dalam waktu yang relatif pendek pun bukan kebahagiaan yang dirasakan tapi waktu akan kerasa begitu pendeknya dan gak akan rela untuk cepat berlalu kalau memang apa yang dilalui itu bikin kita nyaman dan memang bersama orang yang tepat, semua yang ngalamin pasti ngerti.

walaupun susah untuk mengukur "aku adalah orang paling bahagia di dunia ini" bahkan milea pun bilang gitu ketika ujan-ujanan sama dilan, tapi gak hanya milea yang ngerasain itu ketika bersama orang yang membuat dia nyaman, semua orang merasa kaya gitu, merasa kalau semua waktu ini gak akan cepat berlalu.

"Ternyata cinta saja tidak cukup, rasa nyamanlah yg diinginkan setiap orang." mungkin akan banyak yang salah paham dengan kata-kata ini karena perspektif dari tiap orang akan berbeda-beda, tapi memang yang pernah gue rasakan pun ketika menyayangi seseorang sebegitu cintanya, sebegitu sayang nya, sebegitu mau berkorban apapun untuk dia tapi dia malah memperlakukan gue dengan acuh, semau dia, marah gimana dia dan gak mau komunikasi adalah salah satu contoh nya yang membuat gue ngerasa berat dan gak nyaman untuk makin menyayangi dia. 

Mungkin bukan hanya gue, karena mungkin ini adalah problem rata-rata orang ketika bertemu orang yang mungkin tidak tepat untuk kita setelah kita berusaha sebaik mungkin tapi usaha baik tersebut gak kunjung mendatangkan rasa bahagia dan nyaman.

Kalau menurut lo gimana? What do you think? tulisan dan sharing dari gue pun bisa menjadi referensi untuk lo ya, bukan menjadi sebuah jawaban atas semua masalah karena gue pun gak tau apa yang di sharingkan ini juga pendapat gue itu adalah sesuatu yang mutlak betul 100% atau memang cocok untuk masalah lo.

See you on the next post, gue akan sharing lagi thread-thread yang mungkin menarik ketika gue berseliweran di Twitter. Semoga semua masalah bisa menemukan jalan keluarnya, jangan lupa bersyukur dan bahagia untuk hari ini~


Source

Post yang ditulis oleh Leka: Post tentang cerai
profil facebook leka
Profil Facebook Leka



@bingungmilihnya: Profil Twitter
Profil Twitter @bingungmilihnya
Profil Twitter @bingungmilihnya

1 Komentar

  1. Sayang sekali kalau cerai��, memang cinta tak bisa dipaksa, biasanya pas awal pacaran lah penentunya. Kalaunyaman gas , tapi jangan keburu biar pas nikah nanto ga kayak di post

    BalasHapus

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript