Kebiasaan finansial yang salah


Setiap orang punya cara yang berbeda untuk cara pandang dan cara mengelola finansial nya, yang satu punya cara yang ini, yang satu punya cara yang itu. Mungkin seiring waktu kita juga bakal punya banyak cara-cara lain yang bakal kita pelajari dari orang lain secara sengaja ataupun gak sengaja, entah itu adalah cara yang salah ataupun cara yang benar, entah dari orang yang kita gak kenal, teman-teman, saudara hingga cara yang dipakai oleh para orang tua kita.

Karena pastinya gak semua cara yang kita liat dan pelajarin itu bener, walaupun aku bukan yang paling paham tentang finansial tapi mungkin kamu bakal setuju dengan point-point yang bakal aku sampein, point-point yang kamu juga bakal ngerasa kalau cara nya itu salah dan kamu juga pasti bakal nemuin banyak semua ini juga kejadian di sekitar kamu.

Apa aja sih?

Terlalu gampang untuk nyicil kendaraan. Kalau kamu berada di lingkungan atau keluarga yang membeli kebutuhan sehari-hari nya aja masih ngerasa mepet dan mau ngapa-ngapain masih susah karena pas-pasan tapi masih enteng banget bisa mutusin untuk nambah kendaraan entah itu mobil atau motor dengan cara di cicil. Pasti pernah atau tau kan? Atau mungkin jadi salah satu nya? Tanpa butuh saran dari master finansial pun kita pasti tau cara ini salah karena kemampuan untuk menghasilkan masih belum begitu kuat untuk memenuhi keinginan dan akhirnya mengorbankan kebutuhan untuk sebuah keinginan.

Berhemat yang salah, kalau bilang berhemat pasti bakal banyak banget cara pandang nya tapi berhemat ini juga bisa diterapkan ke segala hal, I tell you some story.

Ada seorang ayah ngebangun rumah untuk keluarganya dengan bahan-bahan atau material untuk rumahnya itu dengan gak maksimal, yang penting jadi dan bisa ditinggalin. Kayu yang memang kualitas nya gak sesuai, gak dilapisin anti-rayap, manajemen kelistrikan dan air untuk rumah nya itu ngasal, yang penting nyala.

Ya mungkin untuk beberapa tahun pertama gak kerasa karena kualitas nya masih belum begitu terkikis waktu, karena biasanya material yang dipake untuk rumah dipilih yang mahal karena kualitasnya bisa kokoh sampai waktu yang lama. Akibat nya dalam 20-30 tahun ke depan dengan kualitas dan pengerjaan yang ngasal, makin bisa diliat kualitas dari setiap material yang dipakai karena semuanya udah mulai rusak atau bahkan udah bikin bahaya.

Biaya renovasi jadi membengkak jauh dan sangat gak sebanding dengan pengehamatan yang niat nya dia lakukan diawal puluhan tahun lalu saat semua harga material yang kualitasnya bagus pun harganya jauh banget lebih murah. Yang niat nya menghemat untuk dialokasikan ke kebutuhan yang lain malah harus nanggung biaya renovasi yang mungkin lebih besar biayanya.

Mau beli sesuatu yang lumayan mahal tapi ngerasa berat? Pasti banyak dari kita yang akhirnya ngorbanin kebutuhan sehari-hari dengan berhemat supaya uang sisanya bisa dikumpulin dan beli barang yang di inginkan, fokusnya jadi hemat bukan fokus menambah penghasilan.

Kalian pasti dulu denger ada nya dana pensiunan? Mereka yang pensiunan biasanya masih punya penghasilan dari pengabdian mereka suatu muda dengan jumlah tertentu, di zaman itu dana pensiunan memang bisa mencukupi biaya untuk kehidupan dasar. Di tahun 80-90an saat kita denger bakalan dapet dana pensiun 1,5jt itu bakal kedengeran gede banget kan ya? karena kita tau dulu harga baso gak sampe seribu dan semuanya memang masih murah. Tapi semakin tahun terlewati, umur dan tahun terus bertambah tapi sayangnya uang pensiun yang diberikan nominal nya gak akan bertambah dan pasti akan segitu-segitu aja. Uang 1,5jt yang sangat besar dan bisa dibelikan berbagai macam kebutuhan, jadi sangat pas-pasan mungkin kurang untuk sebagian untuk hidup dengan 1,5jt di tahun 2020. Untuk diri sendiri aja Cuma bisa di spend 50rb perhari, 50 sehari di tahun 2020 kita semua tau itu angka yang mungkin ngepas pake banget.

Dan ada yang bikin orang yang biasanya ada di golongan menengah kebawah itu lumayan susah untuk naik kelas ke finansial yang lebih tinggi. Kenapa? karena mereka biasanya cuma memikirkan untuk jangka pendek aja, bukan untuk jangka panjang.

Maksud nya?

Target utama dia bukan punya asset, bukan punya rumah, bukan punya tabungan, apalagi punya target untuk financial freedom. Kenapa? karena yang penting hari ini dan besok bisa makan aja dulu deh, udah cukup. Kata mereka.

Sama sekali gak salah untuk semua nya tercukupi cuma ini jadinya bahaya banget karena target nya itu jadi very short term oriented. Dia jadi malas untuk memikirkan masa depan yang menurut di itu pelik dan susah. Dia lebih memilih yang penting bisa makan, ngerokok, ngopi dan haha hihi. You know this kind of people? Because I know this kind a lot. Di lingkunan ku itu banyak banget tetangga dan orang-orang sekitar yang masih punya cara pikir seperti itu dan udah kebukti banyak yang aku liat seperti itu.

Contohnya temen ku yang berjualan yang biasa target sehari nya itu bisa dapet penghasilan kotor 150-200rb sehari. Suatu ketika lagi rame banget ternyata dia bisa ngabisin stock hari ini dan juga stock untuk 2 hari kedepan karena begitu rame nya, dan dia sampe bisa dapetin 700rb, gokil.

Tapi yang lebih gokil itu ternyata besok nya dia libur kerja dan lusa pun libur kerja karena yang seharus nya 700rb itu dia dapetin dalam waktu 3 hari tapi dia bisa dapetin dalam 1 hari, jadi dia libur 2 hari. Ketika uang yang 700rb itu ternyata abis, dia baru kerja lagi karena ngerasa gak punya uang dan butuh uang, Gokil.

Ini juga sering kejadian ketika masa lebaran atau hari libur dan khusus nya waktu nya pulang kampung pun tiba. Cari uang banting tulang selama setahun untuk dihabiskan saat pulang kampung waktu lebaran atau hari libur, pas balik lagi ke perantauan atau realita setelah liburan udah mulai sadar ternyata pengeluaran yang dikeluarin itu lumayan gede bahkan hampir nol dan mungkin kamu akan sadar kalau kamu harus mulai lagi ngumpulin uang dari bawah, dan itu kejadian berulang kali setiap tahun, terus-menerus.

Dan juga banyak orang yang gak belajar tentang investasi, sebenernya ada tools yang bisa ngebuat kita ngebantu meringankan dan ngebantu kita untuk nabung + ditambah return atau imbal hasil dari investasi. Ada banyak kendaraan yang bisa dipilih untuk investasi seperti reksadana, deposito atau saham. Perlu untuk kita tau dan pelajari untuk bisa nentuin mana investasi yang paling bisa ngebantu kita untuk hasil investasi yang maksimal karena setiap orang tujuan dan kebutuhan akan finansial nya itu beda-beda, jadi perlu pendekatan, cara dan alat investasi yang digunakan pun berbeda.

Dengan investasi kita akan lebih terbantu untuk lebih menambah pundi-pundi tabungan karena akan mendapatkan imbal hasil, kamu harus ngerti kalau investasi ini tujuan nya ngebantu kamu untuk sampai ke tujuan investasi kamu lebih cepat, bukan untuk alat yang secara instant ngebuat kamu kaya.

“Mau cepet kaya? Investasi di saham” memang gak salah kalau pendekatan nya pun benar, karena untuk bisa kaya di investasi manapun itu bukan cuma di saham. Kenapa? karena kita butuh waktu yang tepat, metode yang benar dan modal yang lumayan besar untuk ngedapetin imbal hasil investasi yang besar juga tentu nya.

Semoga untuk insight dan sedikit pengalaman ku diatas bisa jadi informasi dan cara pandang yang berguna buat kamu, mungkin bisa ngebuat kamu lebih sadar dengan posisi kamu kalau kamu adalah salah satu orang dari cerita ku diatas, atau mungkin bisa ngebantu orang-orang yang masih dalam kondisi itu.

Kalau memang kamu ngerasa gak setuju karena cara yang aku pakai itu menurutmu salah dan kamu punya cara pendekatan yang lebih baik, really feel free and happy to hear it from you.

Mungkin selanjut nya aku bakal sharing lagi lebih tentang pengalamanku menabung dan investasi. So, see you on the next post!

6 Komentar

  1. Masukan saja kawan, kontennya sudah bagus hanya tidak ada link terhubung dengan artikel lainnya. Buatlah link bacaan ke artikel lainnya seperti contoh (baca juag : menghemat di tengah pandemi) buat bold pada kata yang dianggap penting agar tambah SEO sori ya sama-sama qta masih belajar ditunggu kunjungannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. thank you so much for your feedback, i'll take a note for give a bold to some words. untuk link artikel lain memang saya tidak berikan karena topik tentang finance baru saya mulai dan ini baru pertama sehingga belum ada topik yang related, biasanya saya pakai label untuk meng-link kan post dengan topik yang sama. karena saya gak mau memaksa untuk temen-temen ngebaca semua post yang mereka gak mau dan out of topic.

      thank you masukan nya, saya juga masih butuh banyak belajar :)

      Hapus
    2. ini kan lebih baik saling tinggalkan komen ketimbang hanya minta dikunjungi saja, saya harap agan Reza juga tidak jemu-jemu berkunjung ke web saya hehe..ajak juga teman-teman lain saling build trafict.

      Hapus
  2. Hi, thank you for coming. i saw your post, that's nice. but i didn't know how to post a comment without sign in for account first. maybe you can consider to make people can comment without make an id first or can comment with name only.

    BalasHapus
  3. Emang ini salah satu cara yang solutif menurut ane. Makasih bang

    BalasHapus

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript