Dia yang tidak mengutamakan ku
"jangan mengutamakan orang yang menaruh kita di urutan terakhir"
mungkin itu jawaban yang sangat simple dari pertanyaan masalah yang pelik banget untuk dirasakan dan membuat ketika bingung apa yang harus kita lakukan terhadap orang yang tidak mengutamakan kita.
pasti sangat amat terasa frustasi ketika orang menaruh kita di urutan terakhir dari urusan nya lalu kita utamakan dia di urutan paling depan.
kenapa? mungkin karena adanya "Sense of Justice" ada di diri kita, sebuah feedback yang diharapkan ketika kita melakukan sesuatu ke orang yang kita sayang, yaitu perhatian atau kembali disayang oleh orang itu.
rasa keadilan ini dari kita ke orang-orang, ataupun yang kita tuntut dari orang lain kepada kita.
misal kalau yang kok orang kecil ngga diperhatikan, dibuang, dipandang sebelah mata? tapi kok orang besar seperti pejabat mencuri bisa mendapat keringanan? hukum piramida terbalik, tajam kebawah dan tumpul ke atas. sebagai perumpamaan simple.
tapi bukan hanya dari diri kita keluar, dari dari luar kepada diri kita. contoh nya:
"Aku udah memperhatikan kamu tapi kenapa kok kamu ngga perhatian sama aku atau kamu malah ngga menghargai"
"Aku ingin menegaskan mengenai apa yang akan kita lakukan dimasa depan, tapi kamu nya ngga ada kejelasan"
kasih sayang atau rasa cinta itu dimatikan bukan oleh kekasaran, tapi akan cepat mati oleh pengabaian karena i'll assure you rasanya itu sakit banget, perasaan orang yang berusaha melebihkan tapi di abaikan.
kalau kita mengutamakan orang yang tidak mengutamakan kita, itu adalah pengabaian.
laki-laki yang tidak menaruh anda wanita sebagai yang pertama dan prioritas, jadi meskipun kalau dia bilang cinta jangan percaya itu dusta, pokok nya apapun yang dikatakan nya tentang cinta itu dusta.
begitu juga sebalik nya untuk wanita yang mengatakan pada anda laki-laki bahwa dia mencintai tapi tidak mengutamakan anda, dalam pikiran, dalam perilaku, dalam ingatan nya, dia bohong.
wanita-wanita yang menarik bagi laki-laki adalah yang kalau ketemu bilang:
"aku tadi liat gantungan kunci ini, aku beliin untuk kamu." kata si wanita.
"kenapa?" kata laki-laki.
"aku ingat kamu, coba deh liat mukanya kaya kamu." sambil pegang gantungan kunci shin-chan, tapi apa yang mau dia sampaikan itu dia selalu ingat sama pasangan nya.
laki-laki juga begitu halnya, kalau dia pergi kemana pulang bawa bawa sesuatu yang bilang "aku tau kamu suka warna ini" atau ya mungkin "kamu kan kemarin bilang lagi pengen martabak telor, nih aku bawain" sambil nyodorin martabak telor pas ketemu.
bukankah memang seharusnya begitu? semua rasa sayang akan terbalas karena tidak akan ada orang yang menyianyiakan perhatian yang diberikan orang tersayang, kan?
menurut gue semuanya harus dua arah, entah itu perhatian dan komunikasi.
kita sayang pada pasangan kita dengan mengungkapkan atau memberikan sesuatu sebagai tanda sayang dan cinta nya, pasangan kita akan merespon rasa sayang ataupun rasa terimakasih atas pemberian oleh kita entah dengan pujian, kecup sayang ataupun peluk hangat untuk memberitahu bahwa dia senang dengan perhatian dan kasih sayang yang kita berikan.
dan pasangan kita pun akan melakukan hal yang sama ke kita, kita pun harus menyambut dan memberitahu juga bahwa kita senang dengan seluruh perhatian yang diberikan pada kita, dan akan terus seperti itu.
komunikasi pun juga sama, harus berlaku dua arah yang menurut gue akan ngebuat hubungan jadi semakin kuat. it will feels amazing if we meet the one who brings out the best version of myself and someone i can tell every detail of your day to without feeling like you are being clingy or boring is such a great feeling.
kita pasti akan menceritakan seluruh tentang apa yang dilalui hari ini kepada pasangan kita, tentang kejadian lucu atau ngeselin ketika kuliah, ngerasa kesel dimarahin bos dan ngeluapin ke pasangan untuk dapat advice ataupun nenangin diri kita, ketika ngerasa bingung tentang pilihan apa yang harus diambil, atau mungkin cerita lagi seneng banget bahwa hari ini jualan kita habis diborong.
dan bahagia nya pasti ketika pasangan kita akan merespon semua cerita dan tertawa,sedih,kesel ataupun rasa lain nya dirasa bersama-sama.
akan memperindah hubungan kita dengan pasangan ketika komunikasi tersebut dua arah.
small talk and no conversation will not strengthen the bond. jangan biarkan pasangan kita ataupun melakukan kepada pasangan kita komunikasi yang satu arah dimana hanya ada satu pihak aja yang akan terus bertanya dan pihak lain hanya menjawab.
ngga beda jauh dengan perhatian, komunikasi pun sama.
kita berbicara dengan orang yang kita sayang, menceritakan sesuatu tentang hari-harinya atau bertanya bagaimana hari nya dia, lalu pasangan nya pun merespon dahulu apa yang dikatakan oleh kita dan iapun akan melemparkan pertanyaan ke kita sebagai timbal balik nya, dan akan terus seperti itu.
Pasangan: "aku tadi sebel banget kerjaan numpuk dan harus lembur, terus dimarahin sama bos :("
Kita: "ooh iya? sabar-sabar, mungkin lagi banyak masalah kali bos kamu." (respon)
Kita: "yaudah nanti besok dikerjain sedikit-sedikit biar cepet selesai, kalau masih belum sempet kita ke McD aja sekalian makan malem dan beli eskrim buat kamu biar nambah semangat, nanti aku temenin dan bantuin kerjaan kamu ya, mau?" (pertanyaan timbal balik)
Pasangan: "iyaa mau, kayanya enak sambil makan eskrim." (respon)
Pasangan: "kalau kerjaan kamu hari ini gimana?" (pertanyaan timbal balik)
bisa juga kita selipkan beberapa hal kecil mengenai pasangan kita, atau perhatian kita kepada pasangan seperti:
"kalau kerjaan kamu hari ini gimana? kan dari kemarin kerjaan kamu numpuk banget tuh kayanya, tapi jangan telat buat makan siang ya."
ngga harus sama plok, tapi ada banyak cara yang bisa digunakan dan pasti komunikasi kita dengan pasangan akan selalu terjaga.
jangan kita perlakukan pasangan kita seperti orang HRD yang sedang interview.
Pasangan: "gimana kerjaan kamu?"
Kita: "ngga tau nih pusing banget" (hanya merespon)
Pasangan: "ooh emang kerjaan nya banyak banget?" (mencoba lagi)
Kita: "iya nih hari ini banyak banget" (hanya merespon)
Pasangan: "ooh lagi banyak banget ya? semangat buat kerjanya dan jangan lupa buat makan ya" (mencoba lagi)
Kita: "iyaa hehehe"
jadi seakan pasangan kita hanya melakukan interview tentang apa yang kita lakukan karena dia tidak mendapatkan informasi dari kita, have you ever given someone else a motivation while you were hurt on the inside? feels like shit.
dan gue akan kasih tau suatu hal.
hatinya akan sangat hancur ketika dia mengharapkan balasan dan kabar lo, tapi lo membiarkan dia melihat post story di IG dan WA lo sedangkan pesan nya belum terbalas, memandangi story dan status "online" lo tanpa terbalas pesan nya.
i'll fuckin told you, her/his heart will break into pieces. not just her/him, even everybody will feel in the same way.
if you just reply hehe wkwk haha or just goddamn sticker to response all those affection, you rude as fuck.
ketika kita juga ingin menyelesaikan suatu obrolan, kita bisa selesaikan dengan cara yang baik seperti:
Kita: "aku mau lanjutin dulu kerjaan ya biar cepet selesai" (ngasih respon)
"nanti aku kabarin lagi ya pas udah selesai, kamu juga semangat ya kerjanya" (timbal balik)
Pasangan: "iya, kabarin aku ya kalau udah selesai. semangat yaaa" (closing)
itu akan lebih membahagiakan satu sama lain bukan? ketimbang cuma bilang "aku lanjut dulu ya" lalu ngilang gitu aja, ataupun ngilang gitu aja tanpa bilang apa-apa sehingga pasangan kita jadi ngga tau kita lagi ngapain dan muncul dengan "maaf ya aku baru bales, aku tadi lanjut kerjaanku."
ya gue tau pasti orang harus ngerti ketika pasangan kita di lagi dikantor dan ngga bales mungkin dia ada sesuatu pekerjaan yang harus dilakukan dulu, tapi bukan sesuatu yang harus dan selalu dilakukan. setidaknya luangkan lah waktu untuk memberitahu pasangan kita bahwa kita lagi pusing dan ngga sempet banget.
bukan keharusan tapi kalau ada waktu dan bisa disempatkan, sempatkan lah. kenapa? karena orang yang bener-bener sayang pasti akan selalu ngusahain waktu nya untuk memberi kabar pada pasangan nya, ngga akan biarin orang yang kita sayang menunggu, karena rasanya akan gelisah banget ketika orang yang kita sayang ngga ngasih kabar sama sekali, dan itu menyiksa.
tapi ketika memang orang yang kita sayang itu bener-bener terus-terusan tidak mengutamakan kita, jangan lama-lama mengharapkan orang yang tidak cocok untuk berubah, orang yang tidak mengutamakan kita, i think for a somebody who have a heart with a pure affection is deserve to be loved.
banyak wanita atau laki-laki yang sedang in love denial atau menolak untuk mengakui kalau tidak cocok, ya mungkin alesan paling gampang ditemuin itu "udah terlanjur sayang".
tapi buat apa udah terlanjur sayang ke orang yang ngga sayang sama kita?
A relationship means you both come together to make each other better, build each other, support each other, believe in each other. Be their peace, not their problem.
putuskan bahwa dia tidak cocok, lalu move away. langkah pertama untuk move on adalah move away, pergi menjauh.
dia mengabaikan seseorang yang mencintainya, ya move away.
kadang-kadang cara mendapatkan perhatian adalah tidak perhatian, bukan sengaja menghilang untuk dicari tapi karena biasanya cinta itu jarang dikenali sampai pada menit-menit terakhir perpisahan dan akhir nya hilang.
ya pas ada dianggep sepele, karena dia anggap kita akan selalu ada, orang ini akan setia, orang ini akan mengerti, kita sakiti hatinya pun akan tetep sabar.
jangan salahkan dia yang bilang enough is enough, and then move away and give you the distance, the distance to keep her/him from pain.
i'm not the expert who can have an absolute answer to this problem and think i'm just talkin shit and babbling about nothing, i'm just a fuckin noob because i have been through this shit and make me feel like a shittttttt and i don't know exactly what the answer but i tell you what i felt and these is my thoughts about it, don't know for sure it will suit with your problem but i think everybody face the same shit, and hope all my 'shit' will help you or somebody to not trough and feel the same way with me and hope can fix the problem and the bond between you and your loved one to the better one.

2 Komentar
realistis ya? komunikasi musti 2 arah.. kalau nggak nyambung, kenapa musti dilanjut.. hehe
BalasHapusbukan realistis tapi emang harusnya begitu kan bro hahaha
Hapus