Pentingnya Mencatat Pengeluaran

ilustrasi mencatat pengeluaran

Di post aku kemarin tentang masalah-masalah yang sebaiknya kamu hindarin saat gajian, salah satu poin nya adalah mencatat pengeluaran. Di post kali ini aku akan coba sharing kenapa mencatat pengeluaran itu penting untuk dilakuin, dan pertanyaan nya adalah kenapa sih harus mencatat pengeluaran?

Tentu tujuan utamanya adalah untuk tau kita ngeluarin uang itu untuk apa aja dan kemana aja, informasi tersebutlah yang nanti bisa kamu breakdown lagi tergantung kebutuhan dan mungkin masalah apa yang lagi kamu hadapin sekarang.

Kenapa tergantung? Karena kalau kita tau informasi yang detil dan tersusun, kita bisa gunain itu untuk banyak hal.

Memperbaiki keuangan kamu

ilustrasi memperbaiki keuangan kamu

Misal yang pertama adalah untuk memperbaiki keuangan kamu seperti  kasus "Bocor Halus", untuk kamu yang bingung kenapa uang kamu kok cepet banget abisnya padahal baru ditengah bulan? Dengan ada nya catatan pengeluaran, kamu pun tau kalau ternyata kamu setiap hari kamu rajin buat jajan kopi kekinian yang kamu suka banget.

Kamu ngerasa "perasaan harga kopinya murah dan beli nya juga gak setiap hari"

Kamu ngerasa gak ada yang bocor walau sebenernya ada kebocoran, makanya disebut bocor halus, jadi kamu gak sadar.

Setelah diusut lebih jauh lagi, ternyata kamu juga ada beli cemilan juga kaya cilor sampai fast food, jadi ketika kamu ngerasa beli kopi itu gak terlalu nguras uang, ternyata bocor nya karena beli cemilan juga.

Yang kadang 1 hari 1 kopi atau 1 cemilan,
terkadang 1 hari kopi nya aja,
kadang kala juga 1 hari cemilan aja,
juga sesekali 1 hari kamu beli kopi dan cemilan dan terus sampai sebulan. Ternyata kalau di rekap dalam sebulan, kamu akhirnya tau kalau kamu itu keluar uang setiap hari untuk jajan.

jadi bukan tentang gak beli kopi atau gak beli cemilan setiap hari.

tabel ilustrasi pengeluaran 10 hari

Katakanlah kita punya 10 hari ke depan, yang tentu nya di setiap hari nya kita akan ngeluarin uang untuk berbagai macam keperluan. Untuk makan, minum, transportasi, tempat tinggal dan lain-lain.

ilustrasi pengeluaran dalam 10 hari yang naik turun

Di dalam 10 hari ini, tentunya uang yang kamu keluarin nominal nya bisa sama, bisa lebih sedikit dari hari sebelumnya, atau bisa lebih banyak dari hari sebelumnya karena tergantung dari seberapa banyak kebutuhan kamu di setiap harinya.

Tapi kalau kamu ternyata ngelewatin beberapa hari karena lupa atau males untuk nyatet, kamu bakal kehilangan data uang kamu. 

ilustrasi jika melewatkan mencatat keuangan

Yang sebaiknya kamu hindarin, karena nanti nya kamu bakal kehilangan informasi yang sangat penting. Kenapa? Karena untuk mengambil keputusan dengan data yang gak lengkap atau salah, itu bisa ngebuat kamu nentuin jalan yang salah dan bisa ngerepotin kamu dikemudian hari.

Kenapa perlu dicatet? Karena manusia itu tempatnya lupa, akan sulit buat siapapun untuk inget semua transaksi apa aja udah dilakuin selama sebulan terakhir. Mungkin hitungan 2 atau 1 minggu pun itu lumayan berat untuk di inget, yang tentu nya hari demi hari kamu pasti akan lebih banyak hal lagi, bukan hanya tentang uang.

Mungkin tentang kerjaan, project, jalan-jalan ataupun asmara, karena pasti kamu kesulitan untuk inget transaksi transaksi di hari kemarin karena kamu juga mikirin banyak hal.

Dan setelah kamu lupa, pasti pertanyaan klasik ini yang akan selalu muncul buat neror kamu.

ilustrasi bingung uang nya cepat habis

"Baru tanggal 10, kok gaji udah abis ya? Uang nya kemana ya?"

Perencanaan Keuangan dan Investasi

ilustrasi merencanakan keuangan

Nah ketika keuangan kamu udah mulai membaik dan bocor halus nya udah semakin di minimalisir, kamu bisa gunain semua informasi ini untuk ngelakuin perencanaan keuangan untuk pengeluaran atau perencanaan untuk investasi kamu di masa yang akan datang.

Seperti misalnya untuk kamu menyiapkan berapa kira-kira estimasi uang yang dibutuhkan sama kamu di bulan depan?

Kenapa estimasi? Karena seperti yang udah kita bahas sebelumnya, kalau pengeluaran kita disatu hari bisa jadi berbeda lebih besar atau lebih kecil dibandingkan sekarang atau kemarin. Tentu itu juga berlaku dalam kurun waktu bulanan, yang mana angka nya akan berbeda-beda setiap bulan nya tergantung kebutuhan kamu pada bulan-bulan tersebut.

Kita bisa ambil contoh, misalnya kamu udah coba terbiasa catet pengeluaran kamu dan kamu punya data pengeluaran kamu selama 3 bulan terakhir.

tabel ilustrasi pengeluaran bulanan

Dengan data ini kamu bisa bikin perencanaan untuk bulan April ataupun bulan-bulan yang akan datang. Seperti contohnya kamu liat pengeluaran kamu untuk makan di bulan Februari itu lebih tinggi dari biasanya karena kamu lebih sering makan di restoran dan di bulan Maret ternyata kamu makan dengan masak sendiri atau beli makanan yang cukup buat kebutuhan kamu.

Ternyata kamu bisa bisa hemat beberapa ratus ribu dengan gak terlalu sering makan makanan yang harganya mahal, dengan makanan yang murah meriah pun ternyata asupan kamu juga terpenuhi.

Dari sini kamu bisa nentuin kira-kira apakah kamu perlu mengurangi makan-makan di restoran supaya kamu bisa punya uang lebih mungkin untuk investasi atau beli barang yang kamu mau, atau mungkin kamu masih penasaran dengan restoran-restoran dengan menu enak yang belum kamu coba

Mungkin kamu bisa ngerencanain pengeluaran bulanan, untuk dibulan April kamu berencana untuk menyiapkan setidak nya minimal sebesar Rp 6.940.000 karena itu adalah estimasi angka pengeluaran kamu yang paling kecil.

Atau mungkin kamu akan nyiapin uang sebesar Rp 9.315.000 untuk jaga-jaga kalau kebutuhan dan pengeluaran kamu di bulan April ternyata bisa sama banyaknya seperti bulan Februari, yang kalaupun ternyata tidak sampai sebesar itu, kamu bisa dapetin uang lebih dan alokasiin uang lebih itu ke tempat yang kamu butuhin.

Selain perencanaan pengeluaran, kamu juga bisa merencanakan investasi kamu. Contohnya seperti menyiapkan dana darurat yang mana biasanya adalah 3 atau 6 bulan. Kita bisa pake angka 3 bulan untuk simulasi, dengan keadaan jika kamu masih single dan belum berkeluarga, karena kalau kamu sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan pasti angkanya akan jauh lebih besar karena kebutuhan nya yang tentu nya berbeda.

ilustrasi dana darurat

Untuk dana darurat, kamu setidaknya harus punya uang sebanyak 3 bulan pengeluaran bulanan kamu. Contoh pengeluaran bulanan kamu adalah Rp 10.000.000/bulan, tentu nya kamu harus punya Rp 30.000.000 sebagai dana darurat kamu. 

Maksudnya apa sih Dana darurat 3 bulan? Jadi dana darurat 3 bulan itu adalah sebagai dana cadangan kamu jika ternyata kamu berhenti bekerja, terkena PHK, tidak bisa berjualan atau alasan apapun sehingga kamu gak punya pendapatan dalam waktu tertentu. Tentu kalau kamu gak punya dana darurat, ketika kamu gak punya sumber pemasukan atau penghasilan, itu pasti bakal buat kamu pusing banget.

Tapi kalau kamu punya dana darurat, kamu akan lebih tenang karena kamu punya dana yang bisa kamu gunakan walaupun kamu sedang tidak punya penghasilan, dan kamu bisa memanfaatkan waktu 3 bulan itu untuk mencari sumber penghasilan baru.

Selain dana darurat, kamu pun bisa merencanakan rencana investasi kamu untuk mencapai bebas financial. Kamu bisa menghitung berapa dana yang kamu butuhkan untuk pensiun misalnya, karena kamu punya data pengeluaran kamu untuk 1 bulan atau bahkan 1 tahun, kamu bisa itung berapa dana yang kamu butuhkan berdasarkan pengeluaran bulanan atau tahunan.

ilustrasi bebas finansial

Ada banyak lagi kemungkinan dan manfaat yang bisa kamu dapetin kalau kamu coba untuk mencatat pengeluaran kamu. Walaupun cara ini bukan cara paling pasti dan paling benar, tapi cara ini adalah salah satu cara yang bisa kamu andalkan untuk ngebantu kamu memperbaiki keuangan kamu.

Coba kamu belajar pelan-pelan dan buat diri kamu jadi terbiasa, aku jamin cara ini bisa berguna buat kamu.

Semoga informasi ini bisa berguna dan bisa bantu kamu jadi lebih baik lagi!

0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript