Untuk kamu si anak pertama
Meskipun gak semua pengalaman yang
dilaluin anak pertama itu akan selalu sama, tapi aku ngerti kalau sebagian
besar dari anak pertama seperti kamu itu akrab banget dengan segala tuntutan
dari sana sini, dari dia dan mereka.
Tuntutan yang mungkin ngikutin
kamu udah sejak lahir, seperti unofficialy sebuah tugas dari seorang anak
pertama yang dituntut untuk mengerti, dituntut untuk mengalah, dituntut untuk
bertahan, dituntut untuk bergerak, dituntut untuk berubah sampai dituntut
menjadi tulang punggung dan kepala keluarga.
Untuk memenuhi seluruh harapan
terlebih lagi dari orang tua mungkin memang jadi sebuah dambaan tapi ternyata belum
tentu hidup berjalan semulus seperti yang kamu mau. Di dalam hidup memang
kadang akan jatuh walaupun ketika kamu gak mau, walau sekuat apapun kamu
mencoba, tapi di sisi lain kamu gak mau dianggap kalau kamu itu gak kompeten
dan dibilang payah.
Pastinya kamu mau nya itu jadi
yang terbaik disemua hal, menjadi sesuatu yang memang sebagaimana kamu
diharapkan, tapi ternyata berusaha untuk menjadi orang yang terbaik di segala
itu bukan hal yang gampang.
Gak jarang kalau semua tuntutan
berat yang ditempatkan dipundak kamu itu ngebuat kamu terbawa dalam emosi dan
rasa yang begitu lelah. Rasa lelah yang kamu rasain pun semakin berat dari hari
ke hari, semakin terasa berat ketika kamu memang gak punya tempat untuk membagi
semua beban yang lagi kamu pikul dan apa perasaan kamu sekarang.
Tapi, jadi anak pertama gak
selama nya berat dan buruk bukan?
Karena kamu lah yang jadi contoh
paling baik dari semua langkah yang udah pernah kamu lakuin sebelumnya.
Karena kamulah yang jadi orang
pertama yang nyoba gimana asyiknya jadi anak yang lebih tua, kamu punya
kesempatan untuk ngelakuin apa-apa itu duluan. Kamu yang akhir nya pertama kali
jatuh bangun untuk belajar naik motor, pertama kali belajar untuk berkelana di
hutan dan manjat pohon, pertama kali nyolong buah di kebun tetangga.
Banyak hal yang sebenernya kamu
lakuin dan pelajarin itu tanpa pedoman sama sekali, tanpa guru sama sekali,
tanpa tau hasilnya itu apa.
Adik-adik kamu, para junior kamu
ngeliat semua hal yang kamu lakuin itu keren banget.
Kamu juga kebiasa untuk ngasuh
adik-adik kamu, menjaga saudara-saudara kamu untuk melalui jalan yang lebih landai
dan lebih aman dibanding jalan-jalan berbahaya yang pernah kamu lalui duluan sebelum
mereka, kamu yang menjaga adik-adik kamu supaya gak jatuh tersungkur dan
terluka seperti kamu dulu.
Kamu juga yang lebih mengerti apa
yang seharusnya memang dibutuhkan untuk dilakukan dan peka dengan apa yang
dibutuhkan dan selalu berusaha untuk mewujudkan semua nya.
Karena itu, kamu selalu punya
sebuah alasan untuk selalu disayangi.
Kebanggaan yang kamu selalu
impikan adalah ketika akhirnya berhasil menjadi role model, sebagai panutan dan
kebanggan keluarga kamu. Kamu selalu jadi orang yang paling diandalkan ketika
adik-adik dan keluarga kamu lagi ngelewatin suatu masalah karena kamu yang
dianggap paling dewasa dan dapat diandalkan untuk mengambil keputusan yang
krusial.
Mungkin terasa berat buat kamu
menjalani kehidupan sebagai anak pertama, tapi semua orang mengerti apa yang
kamu rasain. Jangan kamu berat untuk melangkah lebih jauh karena akan selalu
ada orang yang mengikuti langkah kamu dari belakang.
Mungkin kamu ngeliat jalan di
depan itu terlalu gelap dan gak tau harus jalan kemana karena kamu orang yang
paling pertama menempuh jalan itu, janganlah merasa berat karena ada orang-orang
dibelakang kamu yang sangat bersyukur dengan kehadiran kamu dan gak mau
kehilangan kamu.
Kalaupun memang kamu butuh bantuan untuk jalan lebih jauh lagi, tengoklah kebelakang karena kamu sebenernya gak sendirian. Walau kamu yang selalu menjaga mereka dari depan, tapi jangan takut karena mereka akan selalu ada untuk jaga kamu dan menjaga punggung kamu tetap tegak dari belakang.

0 Komentar