Apa Itu Reksadana Bagi Pemula
Ngomongin
soal investasi, ada banyak instrumen yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan
penghasilan tambahan. Salah satu instrumen investasi yang lagi populer
belakangan ini adalah reksadana. Nah, di artikel kali ini aku akan bahas
beberapa hal mendasar dari reksadana. Mulai dari pengertian, cara kerja,
kelebihan, keuntungan, hingga jenis-jenis reksadana.
Pengertian Reksadana
Setelah
kemarin kita membahas tentang investasi emas dan saham, sekarang saatnya kamu
kenalan sama reksadana. Ada dua kata kunci yang perlu kamu ingat kalau bicara
soal reksadana, yaitu kumpulan produk dan manajer investasi. Kenapa? Karena reksadana
adalah kumpulan dana yang dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan
dalam sejumlah produk keuangan.
Sederhananya,
kamu membeli produk keuangan seperti saham dan obligasi lewat manajer
investasi. Nah, si manajer inilah yang akan bekerja mengelola uangmu supaya
mendatangkan keuntungan. Manajer investasi yang mengelola uangmu bukan orang
sembarangan. Biasanya, manajer investasi reksadana bekerja secara profesional
di perusahaan asset manajemen.
Dibanding
jenis investasi lainnya, reksadana jauh lebih mudah buat pemula. Sebab kamu gak
perlu modal besar untuk bisa berinvestasi lewat reksadana. Dengan uang Rp
100.000 sampai Rp 1 juta, kamu sudah bisa beli reksadana.
Secara
hukum, reksadana juga udah legal. Peraturan terkait investasi reksadana bisa
kamu lihat pada Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Gak cuma legal, investasi
jenis ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Jadi, kamu gak perlu
takut kena investasi bodong.
Cara Kerja Reksadana
Seperti
yang udah aku singgung di atas, bahwa reksadana dikelola oleh manajer
investasi. Artinya, kamu gak perlu terjun sendiri untuk mengelola investasi.
Manajer investasi bisa mengalokasikan uangmu ke beberapa produk, seperti saham,
obligasi, deposito, dan lain sebagainya.
Selain
produknya yang beragam, investasi reksadana bisa dilakukan di beberapa
perusahaan sekaligus. Jadi, ketika perusahaan A mengalami kerugian yang bikin
bangkrut, kamu bisa tetap untung karena manajer investasi mengalokasikan danamu
ke sejumlah perusahaan berbeda.
Sebagai
investor, kamu akan mendapatkan laporan secara berkala dari manajer investasi
terkait dana yang diinvestasikan. Laporan ini biasanya berisi portofolio efek,
komposisi aset, dan kinerja produk investasi.
Untuk Siapa Investasi Reksadana?
Gimana,
sampai di sini udah paham tentang reksadana, bukan? Kalau sudah, aku bakal
lanjut ke pembahasan berikutnya. Yaitu, untuk siapa investasi reksadana?
Mungkin
kamu bertanya-tanya, siapa aja yang bisa membeli reksadana. Sebenarnya, semua
orang bisa membeli reksadana karena gak butuh modal besar. Investasi
reksadana juga recomended banget buat kamu yang gak punya waktu untuk
belajar tentang investasi, minim pengetahuan investasi, dan gak punya banyak
uang buat berinvestasi.
Lewat investasi
reksadana, kamu gak perlu repot-repot menyediakan waktu untuk belajar
seluk-beluk investasi. Ibarat kata, kamu gak perlu masak sendiri kalau mau
makan enak, tinggal beli ke restoran.
Gak semua orang yang berinvestasi tahu caranya mengelola keuangan atau aset
investasi secara tepat. Tapi, dengan investasi reksadana, kamu bisa mendapatkan
penghasilan tambahan yang menjanjikan. Sebab manajer investasi yang akan
bekerja untukmu.
Kamu gak butuh modal besar untuk bisa beli saham atau obligasi. Karena lewat
reksadana seharga Rp 100.000 sampai Rp 1 jutaan, kamu bisa berinvestasi di
beberapa produk keuangan sekaligus. Dengan kata lain, investasi reksadana cocok
untuk kamu yang gak punya banyak uang.
Keuntungan Reksadana
Setiap
investasi pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu pun dengan
reksadana. Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapat dengan investasi lewat
reksadana.
Seperti
yang aku bilang sejak awal, kalau reksadana adalah kumpulan produk keuangan
seperti saham, obligasi, deposito, dan lain sebagainya. Untuk memiliki saham,
kamu butuh dana setidaknya Rp 10 juta. Sementara untuk obligasi, kamu butuh
dana sekitar Rp 50 juta. Tapi, dengan membeli reksadana, kamu bisa punya saham
tanpa harus keluar banyak duit.
Dengan
membeli reksadana, kamu gak perlu menyisihkan waktu untuk memantau
perkembangan investasi. Kamu juga gak perlu melakukan analisis harga pasar
agar untung bermain saham. Sebab manajer investasi yang akan mengelola
investasi-mu. Jadi, berinvestasi dengan reksadana bisa hemat waktu dan lebih
efisien.
Dari
awal udah aku tekankan kalau investasi reksadana gak butuh pengetahuan
mendalam. Kamu gak perlu paham analisis teknik ataupun analisis fundamental.
Kamu juga gak perlu memahami kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual
saham. Jadi, berinvestasi dengan reksadana bener-bener mudah.
Keuntungan
lain dari investasi reksadana adalah kerugian yang dapat diminimalisir. Sebab,
uang yang kamu investasikan akan digelontorkan ke beberapa instrumen investasi,
baik itu saham, obligasi, maupun produk keuangan lainnya. Dengan begitu,
investasi jangka pendek ataupun jangka panjang yang kamu lakukan tetap akan
mendatangkan untung.
Kalau
kamu bandingkan dengan investasi saham ataupun deposito, reksadana punya risiko
yang lebih rendah. Salah satu alasannya karena terdapat manajer investasi yang
mengelola keuangan kamu.
Kelebihan Reksadana
Selain
beberapa keuntungan di atas, ada sejumlah kelebihan dari investasi reksadana
yang bakal kamu dapat. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Reksadana
punya return yang bervariasi, tergantung jenis yang kamu pilih. Ada reksadana
pasar uang yang punya risiko rendah dan return yang rendah pula. Selain itu,
ada reksadana saham atau index yang punya return tinggi dan risiko yang tinggi
pula. Intinya, semakin tinggi return yang kamu peroleh dari reksadana, maka
semakin tinggi pula risikonya.
Selain
reksadana pasar uang, ada beberapa jenis reksadana yang bisa kamu pilih. Yaitu,
reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi, reksa dana saham, dan
reksadana campuran.
Kamu gak akan dikenakan pajak kalau berinvestasi dengan reksadana. Sebab produk
utamanya seperti obligasi dan saham sudah terkena pajak. Kalau dihitung-hitung,
jelas lebih menguntungkan jika kamu membeli reksadana, karena gak perlu
keluar biaya lebih untuk pajak.
Dibanding
jenis investasi lainnya, minimal pembelian pada reksadana tergolong kecil,
sehingga kamu bisa mulai berinvestasi tanpa perlu mengumpulkan banyak
modal.
· Dapat diperjualbelikan kapan saja
Kelebihan
lain dari reksadana adalah bisa diperjualbelikan kapan saja selama jam kerja.
Karena produk reksadana sangat bervariasi, kamu bisa menggunakan investasi ini
untuk tujuan jangka panjang maupun jangka pendek.
Risiko Berinvestasi dengan Reksadana
Investasi
dengan reksadana memang mudah. Tapi, bukan berarti bebas dari risiko. Meskipun
risiko kerugian dapat diminimalkan, namun kamu tetap harus waspada dengan
beberapa risiko yang sering terjadi pada investasi reksadana. Nah, sebelum
memutuskan untuk membeli reksadana, kamu juga harus mengetahui apa saja resiko
dari investasi jenis ini.
· Risiko berkurangnya nilai unit
Berinvestasi
dengan reksadana punya risiko berkurangnya nilai unit penyertaan. Hal ini bisa
terjadi karena turunnya harga saham, obligasi, dan produk keuangan lainnya yang
termasuk ke dalam portofolio reksadana. Walaupun begitu, kamu gak perlu
panik. Sebab manajer investasi akan melakukan yang terbaik untuk menekan risiko
tersebut.
·
Risiko
wanprestasi
Risiko
wanprestasi juga bisa terjadi dalam investasi reksadana. Sederhananya, risiko
ini timbul karena pihak yang terlibat dalam transaksi reksa dana tidak mampu
memenuhi kewajiban yang tertera dalam kontak. Karena tidak memenuhi kewajiban,
maka nilai investasi pun akan hilang.
Beberapa
pihak yang terlibat dalam risiko wanprestasi atau cidera janji adalah
reksadana, bank kustodian, agen pembayaran, dan pialang. Risiko wanprestasi
juga menyebabkan turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana.
· Risiko Likuiditas
Terakhir,
ada risiko likuiditas. Risiko ini biasanya terjadi karena mayoritas pemegang
unit menjual kembali unit-unit yang mereka pegang. Kondisi ini akan menyulitkan
manajer investasi dalam menyediakan uang tunai atas penjualan kembali.
Nah,
itu tadi pengertian tentang reksadana dan beberapa hal yang perlu kamu ketahui.
Pastikan kamu mengetahui kelebihan, kekurangan, dan risiko berinvestasi dengan
reksadana sebelum membelinya. Di artikel berikutnya, aku akan mengulas tentang
jenis-jenis reksadana agar kamu lebih paham jenis mana yang paling cocok untuk
kamu jadikan investasi.
Untuk memudahkan kamu mengikuti pembahasan nya secara berurutan, ini Index Post "Investasi" yang bisa kamu lihat:





0 Komentar