Hutang

post cover tentang hutang
Tentang berhutang

Ketika kecil aku diajarin sama orang tua kalau hutang itu sebagai konotasi yang jahat, mungkin beberapa dari orang tua dan mungkin kalian juga salah satu nya yang dibilangin begitu, kalau hutang harus di jauhin.

Di masyarakat juga orang yang berhutang cenderung dinilai jelek dan di cap sebagai orang yang kurang baik atau bahkan gak bener. Ajaran itupun terus berlanjut ke masa sekolah dan terus kebawa sampai kuliah bahkan dilingkungan kerja sekalipun.

ilustrasi bebas dari hutang
Sukses itu bebas dari hutang?

Simbol orang sukses itu yang kebanyakan orang kita tau adalah orang yang hemat, pinter nabung dan selalu nabung dan tentu gak pernah berhutang. Jadi dari dulu aku pun selalu menghindari hutang sebisa mungkin karena kebetulan memang aku juga punya pengalaman buruk tentang hutang yang ngebuat keluargaku jadi susah.

Short story, bukan hutang untuk keperluan konsumtif karena ada musiban yang ngebuat semua asset dan usaha papa ku itu ludes. Even hutang kepada orang yang sebelumnya baik dengan kita juga bisa berakhir buruk. Jadi sum up nya aku makin menjauh dari namanya hutang, sebisa mungkin, sekuat mungkin dan sampai sekarang bersyukur hidupku masih dan akan terus mencoba untuk bebas dari hutang.

Terlepas dari ceritaku itu, pemikiranku sedikit berubah ketika mulai masuk ke dunia kerja. Ada yang ngebuat aku belajar sudut pandang lain tentang hutang, ternyata kalau diliat dari kejauhan dan dipelajari itu ada banyak sisi-sisi yang sebenernya harus kamu pelajari supaya tau do and don’t nya, even avoiding debts is good but learn the debt more better so you didn’t walk into the wrong path.

Ternyata hutang itu gak sepenuh nya jahat. Hutang itu jahat? Hutang yang mana yang menurut kamu jahat?

Karena kalau dipelajarin hutang itu ada 2 sisi, ya mungkin ini klasik buat kamu yang udah belajar tapi kadang karena kamu udah tau kadang suka nyepelein dan balik ke kesalahan yang sama.

ilustrasi hutang buruk dan hutang baik
Hutang konsumtif yang buruk vs hutang produktif yang baik

Tentu kita tau hutang itu ada yang konsumtif dan juga hutang produktif, kalau hutang digunakan alesan nya karena kepentok masalah finansial tapi memilih untuk hutang tentu itu jadi sesuatu yang lumayan buruk. Tentu dia butuh uang untuk beresin masalahnya cuma hutang itu jadi jalan yang paling buruk ketika finansial kamu lagi bermasalah honestly, kecuali kamu bisa merencanakan cara handle dan menyiapkan rencana untuk jalan keluar yang akan diambil buat beresin hutang itu, gak masalah.

Sebagian orang kejebak hutang karena nyiapin rencana untuk keluar nya itu belakangan, ketika jatuh tempo udah deket dia pusing karena emang belum ketemu jalan nya. Yang lebih bijak mungkin adalah keputusan untuk berhutang diambil ketika kamu udah tau rencana untuk beresin hutang nya, dengan cara apa? Dalam waktu berapa lama kamu bisa bayar? Dan tentu nya yang terpenting gimana bisa dapetin dana nya sebelum jatuh tempo?

Ilustrasi hutang seperti bom waktu
Hutang seperti bom waktu

Sebuah keputusan yang lebih baik dan bijak ketika sudah punya rencana nya terlebih dulu baru kamu berhutang, ini bukan ilmu superior ataupun harus jadi pinter finansial untuk ngejalanin ini karena memang kamu juga pasti tau dan pasti udah belajar ini dari sana sini, cuma ya kamu suka nyepelein aja dan akhir nya lupa.

Tapi beda cerita untuk hutang yang dipakai untuk keperluan yang produktif seperti berguna untuk mempercepat pertumbuhan misal nya bisnis kamu atau bahkan negara. Liat aja gimana negara-negara menggunakan hutang untuk membangun ekonomi yang jauh lebih besar karena pembangunan massive seperti negara ngebutuhin resource yang sangat amat beuhhhh banyak resource yang salah satu nya adalah uang.

Atau gimana bisnis kamu, korporasi menggunakan hutang untuk melakukan ekspansi yang ngebuat mereka jadi tumbuh jauh lebih besar. Kenapa kok jadi lebih besar? Karena ya modal mereka bertambah besar dan kemampuan untuk mereka spending/belanja itu jauh lebih besar, datengin banyak bahan baku, tenaga yang jauh lebih banyak untuk nyediain barang yang lebih banyak dan jasa lebih banyak, tentu orderan makin banyak karena resourcenya cukup dan keuntungan juga meningkat karena orderan lebih banyak dari pada hari-hari sebelumnya.

ilustrasi Hutang untuk modal mengembangkan bisnis
Hutang untuk modal mengembangkan bisnis

Karena tukang bakso gak bisa ngelayanin 1000 orang ketika bakso dan mangkok nya aja cuma 500 biji yang bisa dibilang kalau harga bakso nya Rp, 15.000 maka si kang bakso ini estimasi akan dapetin omset Rp, 7.500.000 juta kalau semua bakso nya habis.

Kalau modalnya ditambah untuk beli bahan baku bakso lagi supaya stok baksonya lebih banyak, beli kursi, mangkok dan meja serta peralatan makan yang bisa nampung 1000 orang dengan anggapan 1 orang cuma makan 1 mangkok, kang bakso nya bakal dapetin omset berlipat dibanding sebelumnya yaitu Rp, 15.000.000 ketika semua bakso nya itu kejual.

Kurang lebih itu gambaran yang simple untuk modal yang digunakan untuk sebuah bisnis supaya makin bertumbuh. Dalam skala yang pas, rencana yang baik maka hutang juga bisa jadi alat ungkit yang bisa ngasih dampak positif dan daya ungkit yang luar biasa banget.

Membeli properti seperti rumah
Membeli properti seperti rumah

Sama hal nya ketika kamu mau beli property, apakah kamu harus nunggu terkumpul dananya dulu baru membeli? Hati-hati untuk memisahkan mana keinginan kamu dan mana memang sebuah cara yang baik untuk dipertimbangkan, karena untuk ngomongin ini tentu pendapat orang akan berbeda-beda dan mungkin beberapa orang karena lebih memilih mengumpulkan uang nya dulu lalu baru proses rumahnya, termasuk aku yang memang agak berhati-hati dengan hutang selalu maunya ngumpulin cashnya dulu setidaknya 70%-80%.

Tapi untuk membeli rumah dengan cara berhutang pun tidak salah sama sekali karena memang untuk membeli rumah membutuhkan resource uang yang gede banget dan sebagian besar dari kita mungkin gak bisa ngeluarin uang segede itu langsung, besok. Jantungan pasti. Kalau dikata mau, akupun mau cuma perencanaan dan wawasanku untuk handle cicilan rumah belum memadai karena belum riset mendalam jadi memutuskan untuk belum mengambil cicilan itu, kalaupun mungkin sudah ada ilmunya dan ada rencananya mungkin akupun mau mempertimbangkan untuk ambil opsi tersebut.

Harga rumah di Jakarta itu se-tidak nya udah miliaran, kapan baru kekumpul dana sebesar itu? 

ilustrasi patrick beli rumah milyaran
Apa? milyaran?

Lalu apakah pake KPR artinya kita adalah orang yang buruk karena berhutang? Tentu aja tidak gaes~

Seperti yang gue jabarin sebelumnya, semua harus ada pertimbangan dan rencana nya dulu untuk dapetin hal sebesar itu. Bukan mustahil tapi emang susah, kalau susah kan masih bisa diusahain ketimbang mustahil, ya jangan takut buat dicoba lalu direncanain.

Ternyata gak semua yang kita pelajarin dari kecil itu pemahaman nya tepat, ada yang memang salah dan mungkin ternyata hanya kurang tepat, perlu koreksi sedikit biar bener. Sebagai orang yang udah dewasa dan makin bisa berpikir tentu nya kita perlu sedikit evaluasi-evaluasi lagi ilmu yang udah pernah kita dapet, banyak banget loh ilmu itu dari kita kecil dulu dan sayang kalau ilmunya dibuang karena kamu bilang “salah” atau “gak relevan lagi”. Coba di evaluasi lagi dan disimpan aja dulu untuk jadi bahan perbandingan untuk pertimbangan kamu yang lebih matang lagi.

Seperti hal nya hutang, persepsi buruk karena kita atau aku hanya diajarkan untuk ngeliat nya cuma dan baru dari satu sisi aja, padahal hutang itu setidak nya bermata dua kaya pedang, tapi kamu juga tentu nya bisa ngelihat pedang itu dari segala arah kan? Atas bisa, bawah bisa, kanan kiri bisa, liat gimana cara nya megang pedang supaya gak terluka dan pake pedang yang bener?

Kamu tau pedang dan pisau itu tajem bisa motong, tapi kamu pasti cari tempat yang tumpul untuk megang nya dengan aman kan?

gambar penutup post

--------------------------------------------
Hi, Kalau kamu merasa konten ini berguna buat kamu atau kamu suka dengan konten nya, Kamu boleh pertimbangkan untuk memberikan ku apresiasi dengan cara klik di salah satu iklan di post atau blog ini sampai terbuka dan silahkan ditutup lagi, 1 klik kamu sangat amat berarti buat ku makin semangat untuk membagikan lebih banyak cerita dan pengalaman yang mungkin berguna buat kamu. Tapi kalau pun tidak, asalkan kamu senang dengan post ku, itu cukup buat ku.

Sampai ketemu lagi di next post!

Kindly touch me on:
Instagram: @mr.ezafauzi
Twitter: @rezaafauzii

--------------------------------------------


0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript