Cek saldo dan tarik tunai ATM Link akan dikenai biaya
![]() |
| ATM Link |
Dulu kalau gak salah ATM Link ini resmi hadir di bulan Desember 2015 yang mana ATM ini adalah hasil kerja sama atau bahasa keren sekarang nya itu bersinergi dengan beberapa bank milik pemerintah yaitu Mandiri, BNI, BRI dan BTN sehingga bisa memakai satu ATM bersama tanpa harus melalui ATM yang berasal dari Bank Origin nya.
Pada awal peluncuran nya ATM Link disebut bakal meningkatkan efisiensi bank dan juga tentu para nasabah nya. Kata ketua Himbara yaitu Asmawi Syam yang menjelaskan dari sisi bank bisa lebih efisien karena pembelian satu unit mesin ATM hingga biaya operasional dapat ditanggung bersama. Ada penghematan sekitar 7 Triliun per tahun atau 30 Triliun dalam 5 tahun.
tentu kita bisa ngeliat dengan jelas kalau beberapa bank jadi nya make 1 ATM aja yang bikin para nasabah juga gak khawatir karena semua ATM dari bank tersebut bisa menggunakan 1 mesin ATM aja.
Tapi per hari artikel ini ditulis itu ATM Link jadi trending topic di twitter karena akan menerapkan peraturan baru yaitu feesible atau pengenaan biaya untuk setiap transaksi tarik tunai dan bahkan cek saldo mulai 1 Juni 2021.
Biaya transaksi untuk cek saldo dikenakan Rp. 2,500 sedangkan tarik tunai Rp. 5,000 yang sebelumnya nasabah dari keempat bank plat merah itu bisa menikmati kedua transaksi tersebut secara gratis alias Rp. 0.
Ngeliat reaksi netizen di twitter mayoritas tentu nya gak setuju karena merasa cek saldo aja harus kena biaya dan ada juga yang memberi alasan walaupun tidak membela, ada juga yang memberikan opsi yang paling bisa diambil adalah melakukan transaksi di mesin ATM origin dari bank bersangkutan ataupun dari mobile dan internet banking.
Sejujurnya walaupun bukan sebagai nasabah tapi aku bingung, kalau saldo nya 0 dan mau cek pulsa itu nanti aku jadi utang ke bank 2,500 atau ATM nya suruh isi saldo dulu? HAHAHA

0 Komentar