Apakah kamu hanya pedagang atau pengusaha?
Untuk yang teman-teman yang baru mulai berjualan, baru mulai berkutat dengan sibuk nya preparation dan perencanaan, buat yang sudah mulai terjun dan sedang sibuk-sibuk nya.
Pasti nya kamu udah pernah denger kalau “Sekecil-kecil nya
bisnis kamu adalah bosnya” yang kadang atau mungkin sering juga jadi kambing
hitam para karyawan yang hendak memulai bisnis nya.
Ketika pembahasan karyawan dan pengusaha mana yang lebih baik
pun kamu belum bisa menemukan apa jawaban yang paling benar buat kamu, maka aku
pun bisa bilang jangan tinggalkan posisi mu sebagai karyawan itu.
Bukan tentang mana yang paling benar karna jawaban nya adalah
sesuai dengan kebutuhan, keahlian dan tekat kamu maka jawaban tiap orang bakal
berbeda untuk jawaban itu. Jawaban yang benar buat mereka belum tentu benar
dimata kamu ataupun apa yang menurut kamu benar belum tentu benar buat orang
lain.
Dan ketika kamu akhirnya menemukan jawaban yang paling pas
untuk kamu adalah berbisnis, kamu akan Kembali dihadapkan pertanyaan yang akan
dialami seluruh pedagang amatir maupun yang sudah terjun sekalipun.
Hai para pengusaha,
Apakah kamu cuma dagang atau emang bener-bener udah
berbisnis?
bedanya?
Pedagang itu cuma fokus ke omset dibanding pengusaha yang
selalu fokus ke asset, buat beberapa orang mereka fokus bagaimana untuk menjual
seluruh barang jualan nya dan akhir nya menikmati hasil jualan tersebut sebagai
pencapaian, ketika habis mereka pun berjuang keras untuk melakukan hal yang
sama lagi untuk menghabiskan lagi barang jualan nya. Tapi tanpa disadari semua
kerja keras mu akan selalu terlihat ujung nya, yaitu omset yang hanya sesuai
dengan modal awal.
Beberapa orang lagi ada juga yang mendapatkan omset jauh
lebih tinggi dibandingkan omset harian yang biasa dilakukan, setara dengan 4
hari jualan didapatkan nya dalam 1 hari lalu ia pun merasa sangat puas. Setelah
mendapatkan omset sebesar itu dalam waktu yang lebih singkat, dia pun
memutuskan untuk tidak berjualan selama 3 hari karena omset tersebut memang
biasanya didapatkan setelah ia berjualan selama 4 hari lama nya. Dia bisa
santai dan menghabiskan apa yang telah ia dapatkan.
![]() |
| Hanya bergerak disitu-situ saja |
Kalau dibilang salah sama sekali tidak salah, tapi lumayan disayangkan kalau hal-hal tersebut masih selalu kamu lakukan untuk bisnis kamu yang bisa-bisa ngebuat bisnis kamu disitu-situ aja.
![]() |
| Pengusaha yang fokus menumbuhkan asset dan modal |
Beda dengan pengusaha yang selalu memutarkan sebagian omset
nya untuk menjadi modal sehingga dia bisa mendapatkan lebih banyak omset
dibanding sebelumnya, lalu diputarkan lagi dan diputarkan lagi sehingga dia
memiliki kapasitas penjualan yang terus meningkat dan bisa mendapatkan omset
yang terus meningkat.
Tidak perduli seberapa banyak yang telah dia jual pada hari itu, apakah hanya sebesar 1 hari omset ketika berjualan 1 hari saja, kadang 2x omset atau bahkan 8x omset dalam sehari, ia pun tetap berjualan menjajakan dagangan nya besok hari yang pada akhirnya di dalam 30 hari jualan ia bukan mendapatkan omset sebanyak 30x tapi bisa diatas 100x yang omset nya setara ia harus jualan 100 hari juga.
![]() |
| Perencanaan jangka pendek vs jangka panjang |
Pedagang itu hidup dan perencanaan nya untuk jangka pendek, untuk memenuhi apa yang sedang terjadi dan mungkin beberapa hari kedepan beda dengan pengusaha yang hidup dan perencanaan nya adalah untuk jangka panjang yang memikirkan bukan hanya untuk bertahan pada level yang sekarang tapi semakin level-up dikemudian hari.
![]() |
| Pedagang si multitasking |
Pedagang yang melakukan semuanya itu sendirian alias
Super-man, si bos yang merangkap jadi sales, si bos yang merangkap jadi
warehouse admin, merangkap jadi designer, Research and development, accounting
dan finance dan semua posisi yang ada.
Pedagang biasanya cenderung melakukan semua nya sendiri
karena tidak bisa merelakan omset yang sudah mereka dapatkan susah payah itu
dibagi-bagi, cenderung merasa bisa melakukan semuanya sendiri dan merasa buat
apa keluar uang kalau masih bisa melakukan nya sendiri?
![]() |
| Pengusaha bekerja dengan Tim |
Sedangkan Pengusaha yang bisa melihat bahwa semua pekerjaan
tidak akan bisa maksimal dan optimal jika dikerjakan sendiri, waktu yang saling
kejar-kejaran membuat tidak fokus ditambah kamu gak punya keahlian nya akan
membuat efek buruk untuk usaha kamu.
Pengusaha apa yang dia butuhkan dan siapa yang dia butuhkan
untuk membantu nya menangani suatu hal sehingga bisa lebih efektif dan efisien,
dia mengerti bahwa orang yang lebih mengerti akan meminimalisir kesalahan yang
akan membuat dia kesusahan dimasa yang akan datang, dia mengerti kalau waktu
yang luang bisa ia gunakan untuk mencari ide dan melakukan riset untuk peluang
bisnis dan cuan baru.
![]() |
| Pedagang fokus berjualan |
Pedagang itu fokus berjualan, yang penting jualan dan laku.
Terkadang yang dagang lupa kalau transaksi jual beli ada pedagang dan juga
pembeli, bukan hanya sekedar bagaimana pedagang supaya bisa menjual produk nya
tapi ada pembeli yang puas dengan apa yang di beli.
Ketika packaging nya rusak sedikit, ketika barang nya cacat
sedikit, ketika yang dagang badmood sedikit.
“ah gapapa, yang penting laku.”
Yang ngebuat para pembeli juga
“ah gak akan beli disitu lagi.”
Para pengusaha justru memperhatikan semua aspek karena dia
bukan hanya jualan namun juga membangun sebuah brand. Membangun sebuah brand
bukan hanya bagaimana produk itu dikenal tapi juga bagaimana pelayanan sehingga
produk itu sampai ke tangan pembeli, apakah ia mendapatkan apa yang dia
inginkan? Sesuai dengan yang ditawarkan? Syukur-syukur bisa melebihi ekpektasi
dari si pembeli.
![]() |
| Menjaga kepuasan pelanggan |
Yang pengusaha lakukan menjaga semuanya sampai dengan
terakhir ketika “sampai jumpa di order berikutnya” yang membuat pembeli pun
“mau order lagi dong”
Mungkin reminder ini bukan sesuatu yang paling benar tapi
coba untuk sharing dari apa yang aku lihat dan pelajari selama berbisnis,
sampai merasakan sendiri sampai berpikir “udah berusaha segini keras, segini
giat kenapa masih kaya gini aja ya?”
![]() |
| Kok gini-gini aja ya? |
Coba berhenti sejenak dan lihat apa yang salah, dan yang terpenting
adalah akui salah kalau memang ada yang salah. Jangan bersikeras untuk terus
kerja keras dengan cara yang salah karena bakal buang buang sesuatu yang
berharga dan gak akan pernah kembali yaitu waktu.
Minta nasihat dan tentu nya pandangan dari orang lain, yang
mengerti ataupun tidak mengerti sekalipun karena pandangan benar mu pastinya
gak akan selalu benar, bisa saja kamu merasa benar untuk sesuatu yang salah.
Minta input dari sebanyak mungkin orang untuk mengetahui
gambaran sebanyak mungkin yang mungkin aja akan banyak bermunculan
pandangan-pandangan yang kamu gak akan kira dan sangka-sangka.
Kamu gak akan bisa melihat punggung mu sendiri.
Pengalaman dari ngeliat dari banyak orang yang begitu gitu
aja, dan ada juga yang berprogress dan berhasil. Awalnya yang usahaku juga disitu
situ aja tapi akhirnya bisa sedikit merangkak naik menjadi lebih baik.
Jadi sejauh ini, kamu masih jadi pedagang atau udah jadi pengusaha?









0 Komentar