Teruntuk diriku
Teruntuk diriku,
Terima kasih, karena kamu sudah
berjuang untuk melakukan segala hal dengan sebaik yang kamu bisa, setangguh nya
kamu mengemban semua beban hingga semua nya selesai.
Terima kasih, karena aku sangat
merasa bangga melihatmu bisa berdiri kuat dengan kedua kaki itu, kaki mu sendiri. tersenyum pada
dunia seolah semua baik-baik saja walau melewati segala kerikil dan pedih yang
menyapa.
Terima kasih sudah berjuang dan
berani untuk tetap benar mesikpun itu membuatmu jadi seseorang yang berbeda.
Terima kasih telah berjuang untuk mencoba melewati batas-batas yang sebenarnya dirimu itu tidak mampu dan hal-hal yang sebenarnya tidak diharapkan untuk terjadi.
Terima kasih sudah selalu mencoba
sebisa mungkin membersihkan hati kamu dari segala benci dan dendam.
Terima kasih karena sekarang kamu coba
selalu untuk jujur tentang apa yang kamu rasakan ketimbang kamu yang dulu yang
selalu mengikuti arus dan menahan diri agar semua orang senang dan tidak ada
yang tersinggung padahal kamu sendiri tersiksa. Tetaplah untuk jujur karena gak
semua orang mengerti akan pengorbananmu, karena aku tau kamu akan selalu rela
berkorban untuk orang-orang yang kamu sayang, tapi sayangnya dulu kamu agak
bodoh untuk memberikan pengorbanan untuk orang-orang yang tidak menghargai apa
yang kamu lakukan. Tapi tak apa, setidaknya kamu sekarang mengerti mana yang
pantas dan mana yang tidak.
Sampai pada titik ini, terima
kasih sudah menjadi hebat. Istirahatlah sejenak sebelum kamu berjalan lagi, karena
perjalanan masih akan terus berlanjut. Jangan takut untuk melangkah, karena
sekarang kamu bisa lebih mengetahui dan mengerti sebenarnya banyak orang-orang
yang sayang padamu dan akan selalu ada untuk kamu.
Jangan pernah merasa sendirian
lagi sekarang, seperti apa yang kamu kira dulu. Dan tetap lah semangat, karena akan
ada banyak senyum yang terukir karena langkahmu, ada yang berdoa untuk mu agar kamu
tidak berhenti berjalan, ada pengorbanan yang dilakukan demi semangatmu tidak
padam.
Kutulis ini supaya kamu mengerti,
kalau sebenarnya mereka semua nyata ada nya. Jangan kamu terlalu berfokus pada sedikit
nya orang yang meninggalkan kamu dibanding melihat banyak nya orang yang tetap
menopang punggungmu agar tidak terjatuh.
Bacalah kembali ini jika suatu
saat kamu kembali gundah dan ragu akan semua hal itu, bahwa aku sendiri lah yang
menulis ini setelah berhenti sejenak, melihat sekitar dan sadar bahwa mereka
semua akan selalu ada.
Teruntuk diriku, terima kasih.

0 Komentar