Jalan jalan itu penting
Ngabisin waktu kebanyakan dengan
kerja di hari biasa dan rebahan di waktu weekend lama-lama juga kerasa
ngebosenin, memang rebahan adalah salah satu me-time yang gue butuhkan setelah
penat dan sibuk banget dengan kerjaan dari pagi sampai malam. Tapi makin lama,
gue ngerasa kalau gue butuh sebuah suasana yang bisa melepaskan rasa penat gue,
bukan Cuma dengan rebahan. gue ngga bisa terus-terusan natepin layar laptop
atau smartphone untuk sekedar bertegur sapa secara virtual atau ngeliat dunia
dari youtube tapi badan tetap aja berada dikasur.
Akhirnya gue coba untuk nyapa
orang-orang terdekat dan gue ajak untuk jalan-jalan di grup whatsapp. Tanpa
butuh satu menit, mereka pun serentak setuju dengan ajakan gue dan gue tanpa
pikir panjang langsung bangkit dari tempat tidur untuk membuat angan-angan
liburan yang tadi gue pikirin jadi sebuah cerita yang nyata.
Setelah semua persiapan selesai,
gue pun langsung pergi ke tempat teman-teman gue berada dengan perasaan yang begitu
senang karena gue tau gue akan punya cerita yang seru lagi bareng dengan orang-orang
terdekat gue.
Setelah sampai, betapa senang nya
gue bisa bertegur sapa dan tertawa sebegitu lepasnya ketika bersama mereka,
sebuah rasa yang gak gue temuin ketika gue hanya bercengkrama dengan pekerjaan
dan dunia digital.
Karena begitu semangat nya, kita
sampai lupa kalau belum menentukan kemana tujuan nya. Tapi itu bukan jadi hal
yang sulit buat kita karena memang kita tau yang kita cari sebenarnya bukan
tempat tujuan yang mahal ataupun bergengsi tapi yang paling penting momen
kebersamaan nya. Tanpa pikir panjang lagi, tempat tujuan pun kita sudah tentukan
dan tanpa keraguan juga kita langsung berangkat.
Dengan hanya menggunakan sepeda
motor dan hati yang gembira tentunya, kita melewati perbatasan kota hingga
perbatasan kota lain nya, ngelewatin lebat nya kebun sawit, ngelewatin jalan
kota yang mulus, ngelewatin jalanan desa yang masih bebatuan sampai mendaki
jalan gunung yang menjulang tinggi hingga mesin motor ngebul.
Walaupun gue dan teman-teman
belum sampai ditujuan, malah sebenarnya masih belum setengah perjalanan, tapi kita
sangat menikmati setiap detik perjalanan nya. dari jalan yang belum pernah
dilewati sebelumnya, ngelewatin sudut-sudut kota yang terawat jalan nya,
ngelewatin desa yang jalan nya masih rusak jalan nya, ngelewatin tempat tandus
tanpa pohon sama sekali yang ngebuat kulit kita jadi belang, ngelewatin hutan
yang bener-bener adem sampe lewatin gunung yang jauh darimana-mana dan akses nya
itu yang sangat terbatas.
Jadi, selain ada cerita dalam
perjalanan, ada juga rasa syukur yang bisa gue petik bahwa kita tinggal
ditempat yang akses akan kebutuhan sehari-hari itu mudah banget dibandingkan
mereka yang mau beli bensin aja harus turun gunung dulu, dan konten digital
yang biasa kita konsumsi untuk melepas penat selepas kerja itu masih jadi
sesuatu yang mewah buat mereka.
Setelah panjangnya perjalanan,
akhirnya kita pun sampai ditempat tujuan. Lelah selama perjalanan terbayar
dengan pemandangan alam yang begitu indah, begitu nyata indahnya tanpa ada
campur tangan filter untuk mempercantik itu semua. warna dan suasana yang
bener-bener lebih nyata dan indah dibandingkan foto dilayar digital.
Sesampainya disana kita pun duduk
santai untuk melepas lelah sambil menikmati suasana yang begitu sejuk dan bercerita
apa aja yang tadi kita liat dan lewatin di jalan, ada kejadian lucu yang gak
sengaja diliat waktu dijalan, ada saling memaki karena bawa motor yang gak
bener, ada yang dimarahin karena bawa motor nya terlalu lelet dan ketinggalan
jauh dibelakang.
Tentunya ditempat itu juga bukan
cuma ada rombongan gue aja dan temen-temen, pastinya ada rombongan kelompok
lain dan juga orang-orang sekitar yang ngejaga tempat itu. Akhirnya kita pun
berkenalan dan berbaur satu sama lain, saling bercerita tentang kampung halaman
kita tuh gimana, bagaimana cerita perjalanan mereka dan juga cerita-cerita dari
warga setempat tentang kondisi dan sejarah dari tempat yang kita datangi. Yang
tadinya kita bayangkan itu kita akan ngabisin waktu dengan kelompok kita aja,
tapi ternyata jadi liburan yang asik banget karena kita dapetin banyak teman
baru dan bahkan warga setempat pun memberikan makanan untuk kita santap secara
cuma-cuma.
Cengkrama, cerita, curhat yang
mendalam, canda, tawa, api unggun, indomie kuah dan nasi goreng kala tengah
malam di puncak gunung, konser karaoke hingga pagi, membuat semua lelah dalam
perjalanan bukan jadi sesuatu yang begitu berarti.
Sampai tiba saat waktu untuk pulang,
lumayan sedih karena sadar bahwa waktu ini bakal segera berakhir. Kami pun
bersiap untuk kembali pulang, berpamitan dengan teman-teman baru yang kami
kenal disana dan juga warga sekitar yang telah menemani semalaman. Kami diantar
dengan doa yang mereka panjatkan untuk perjalanan pulang kami dan hangatnya kata
perpisahan mereka yang mengharapkan kami untuk kembali suatu saat nanti.
Kami pun pulang melalui rute yang
sama tapi dengan perasaan yang lebih bahagia dengan membawa semua cerita manis
itu, sebuah cerita yang gak akan pernah gue dapetin kalau gue ada rumah aja.
Dari situ gue belajar kalau
liburan bukan selalu tentang tempat mahal dan bergengsi, karena gue pun bisa
begitu bahagia nya ke tempat yang bisa dibilang sederhana. Mungkin bukan
tentang tempat nya tapi tentang bersama siapa kita menghabiskan waktu.
Dan ternyata jalan jalan itu
perlu ya. sesibuk-sibuk nya kita dengan dunia kita, kita pun butuh waktu untuk
bersama dengan orang-orang terdekat kita.
Maka dari itu dan semua cerita
manis yang terukir, kami pun kembali merencanakan sebuah perjalanan lain untuk
cerita-cerita seru lain nya.
Sebenar nya terik matahari bukan lawan kami, hujan deras pun bukan sesuatu yang kami takutkan, bukan jarak jauh yang menurunkan semangat kami, dan bukan rasa lelah yang buat kami berhenti tapi sebenarnya ada sesuatu yang lebih kami takutkan yaitu waktu, waktu yang terlewat begitu saja tanpa adanya cerita.
0 Komentar