Jual mahal
untuk "jual mahal" itu gue ngga setuju dan menentang banget, mau itu dilakuin sama laki-laki ataupun perempuan. biasanya ini yang dilakuin banyak orang tanpa sadar ketika kita mau mulai sebuah hubungan sama orang baru ataupun ketika mencoba memperbaiki semua hubungan.
pura-pura ngambek buat diperhatiin, jaim biar dikejar, pasif, dingin, cuek dan biasanya sok ngga butuh tujuan nya sih buat pengen tau kalau dia itu orang yang baik atau ngga, dia udah berubah atau belum, pokoknya ngga mau keliatan kalau agresif. mungkin lo cenderung mau tau seberapa tulus dia dalam hubungan ini.
"tunggu sejam dua jam dulu kali ya? nanti kalau udah agak lama baru aku bales."
eeeegggghhh, menurut gue itu sebuah cara yang salah dan malah mempersulit sebuah hubungan dan bisa memperburuk situasi dan akibatnya diawal hubungan itu udah kerasa ngga menyenangkan. kalau mau dilakukan mungkin itu sebaik nya jauh dibelakang, bukan diawal.
kenapa diawal? karena kalau gue ingin bertemu dengan seseorang ataupun "sama-sama" berniat untuk mencoba memperbaiki sebuah hubungan baru yang lebih baik dari sebelum nya dan dia mau bertemu dengan gue, ya harus nya sama-sama maju bukan? ngajak ngobrol, ngajak ketemu, ngajak jalan, ngajak nonton, ngajak makan, sama-sama saling membantu untuk memudahkan sehingga membangun sebuah hubungan yang baik. kenapa? because the first step of human being is when we connect, we SHOULD connect. pengen ngajak ngobrol, ngga ada uji-ujian.
kalau kita mempersulit orang untuk ketemu sama kita, kemungkinan besar kita malah akan kepincut sama orang-orang yang tidak seharusnya kita berikan hati kita.
tau ngga apa yang terjadi ketika seorang terbiasa mengecek, menguji? mungkin yang akan selalu maju untuk ngajak ngobrol, ngajak jalan itu biasanya adalah orang-orang yang hanya mencari "thrill" atau sebuah sensasi atau hanya kepuasan atau juga hanya ketika dia merasa butuh.
sementara seseorang yang mungkin baik-baik aja, ya mungkin juga ada yang agak minder tapi sebenernya hatinya itu baik, itu mereka ketika ngeliat ngeliat orang yang ditaksirnya itu dingin dan segala macem pasti mereka akan langsung kaya ngerasa
"ah yaudahlah" "Ngga berani ah" ngerasa jadi ngga berani untuk mendekat
"ah udah ditolak kayanya, udah ngga bisa lagi"
"mungkin aku kurang ganteng"
"mungkin aku kurang kaya"
jadi orang-orang yang sebenernya baik dan tulus ini seringkali malah jadi mundur dan insecure.
terus yang maju siapa?
ya pasti mereka-mereka yang punya rasa penasaran ke lo, mereka yang suka dengan tantangan. ya mungkin kita biasa sebut fakboi fakgirl wahahaha pokok nya siapapun yang thrill seeker itu akan senang sekali dengan orang-orang yang suka bermain game diawal karena mereka ngerasa tertantang buat naklukin lo.
jual mahal, atau kalau mungkin pas chatting jawabnya pendek-pendek dan ngebuat komunikasi bukan dua arah tapi jadi interview.
dan biasanya kalau ada orang yang deketin lo dengan cara yang gitu dan mereka akan maju terus ngebuat lo ngerasa "wah ini orang mau maju terus, berani untuk ngajak, selalu ngechat aku walau aku udah cuekin. pantang mundur banget ya" dan akan ngebuat lo "wah ini dia orang yang baik, yang selalu usaha untuk aku."
padahal biasanya, setelah mereka membuka hatinya, si orang yang pantang mundur ini malah mulai mundur, mulai males, mulai ngerasa kaya
"I did it, gue udah berhasil, dia udah kepincut." lalu mulai jadi males.
pasti lo familiar dengan cerita-cerita macam ini karena kita sering denger tentang kisah percintaan mereka dengan orang yang berubah di belakang. awalnya kok greget, awalnya kok berani, awalnya kok tulus tapi setelah jadian orang itu malah berubah jadi seseorang yang benar-benar berbeda.
dan akhir nya mereka akan bilang, dan biasanya cewek yang bilang.
"SEMUA COWOK SAMA AJA, BRENGSEK." ih, kenapa yang ngelakuin dia tapi gue juga disamain juga brengsek? berusaha juga ngga........
so well, personaly i think it doesn't work on that way.
karena sebuah hubungan menurut gue bukanlah melihat bagaimana me-ratu-kan seseorang tanpa me-raja-kan (juga sebaliknya).
you can't expect to be treated like a queen if you don't treat your man like a king.
loh berarti yang tulus dan baik ngga suka tantangan? menurut gue bukan ngga suka dengan tantangan karena ia akan berusaha sebisa mungkin untuk orang yang dia sayang tapi masalahnya adalah orang yang tulus ini, orang yang bener-bener baik ini akan menjadi lebih perasa. berbeda dengan yang thrill seeker, mereka akan selalu maju dan tidak akan gentar walaupun berpuluh-puluh kali lo cuekin.
kenapa lebih perasa? karena bedanya itu mereka punya rasa tulus yang akan sangat sakit rasanya jika mereka tidak dianggap atau disia-siakan, sebenernya ngga akan ada orang yang dengan hati tulus deserve sebuah rasa yang ngebuat bersedih melewati malam hari karena tidak bisa tidur memikirkan "mungkin aku kurang baik buat dia".
dibanding mereka yang bener-bener cuma punya intention rasa penasaran nya aja, ya mungkin orang ini juga akan punya batas untuk mencoba tapi even gagal pun ya kaya "yaudah lah".
then, if you like someone. ya lo deketin, lo ajak ngobrol, lo ajak jalan, dan komunikasikan. nah untuk lo sebagai orang yang di deketin juga harus juga meladeni, ngajak jalan ataupun ya mau diajak jalan, menjalin menjaga komunikasi dua arah, saling menghargai.
kan pastinya kita baru tau siapa dia itu setelah kencan yang beberapa kali mungkin, harusnya kan kita bisa mengoleksi dulu segala informasi tentang dia, kitapun harus membuka diri sebesar-besarnya mengizinkan dia juga untuk tau tentang kita. nah setelah beberapa kali berkencan dan mungkin kita sudah bisa mengetahui dia ini orang nya seperti apa, ya boleh lah ada ujian. ujian nya itu bukan jual mahal, cuek, jaim seperti gue bilang sebelumnya.
kan ada cara yang lebih baik dan mungkin ini memang cara yang benar kalau kita pengen tau apakah dia orang yang baik atau ngga buat lo, lo bisa tanyain tentang kegiatan dia.
lo mau tau apa dia orang yang setia? apa dia orang yang sabar? ya kita bisa tanya tentang apa yang akan dia lakukan kalau di dalam sebuah hubungan, ataupun kita bisa tanya gimana perjalanan hubungan dia yang sebelumnya, sajikan dengan pertanyaan sopan dan pasti buat dia nyaman untuk bercerita.
kita ajak ngobrol dia, kalaupun dia ngga mau diajak ngobrol, dia yang sepertinya akan rugi, kenapa? karena pastinya kita akan berikan kesempatan itu kepada orang lain.
ada seseorang yang lagi mau mencoba mengerti tentang diri lo itu bagaimana, supaya dia bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lo. bukan jadi seseorang yang hanya ingin tau tentang lo untuk berusaha memikat lo aja.
saling membuka diri untuk berkomunikasi supaya bisa saling menyesuaikan dan beradaptasi adalah sesuatu yang tidak akan dilakukan oleh thrill seeker ataupun orang yang akhirnya akan berubah menjadi orang yang berbeda setelahnya.
karena bahasa ditemukan untuk menyampaikan pesan dari kita kepada orang lain, sedari jaman batu orang sudah berkomunikasi hanya dengna gesture walau tanpa bahasa untuk saling melengkapi dan mengerti.
jadi menurut gue memang cara paling benar adalah komunikasi, even ada sebuah masalah pun jangan kabur karena masalah itu ngga akan pernah selesai.
but i think that's how relationship should start isn't it? if you wanna get close with someone, just talk and communicate, because we are just human not God who can always know what you feel and anything inside your head.
and so, what do you think about it?
(thank you ko Lex for the thoughts.)
(thank you ko Lex for the thoughts.)

0 Komentar