Sebuah pertanyaan darimu

Kamu pernah bertanya, 

"apa aku berarti buat kamu? apakah aku ada di dalam pikiranmu?" katamu.

sebenarnya yang aku ingin jawab itu bukan sebuah jawaban untuk menjelaskan seberapa berarti nya kamu buat aku, karena buatku itu bukan sebuah hal yang harus dipertanyakan lagi.

aku tidak bisa menakar seberapa berarti nya kamu buatku karena memang kamu adalah arti hidupku yang sebenarnya.

aku tidak mengerti kenapa kamu bertanya apakah kamu ada di dalam pikiranku, yang nyatanya kepalaku hanya berisi tentangmu.

kalau otak ku adalah sesuatu yang bisa kau baca, kamu pasti bisa melihat disegala penjuru yang kamu baca hanyalah nama mu.

aku memikirkanmu sedari sebuah pagi sebelum mentari menyapa, ketika kegelapan masih menyelimuti sehingga aku tidak bisa melihat apapun, tapi hatiku bisa merasakan dimana hatimu berada, kasih mu, kelembutan mu, damai nya nafasmu yang membuat ku tidak peduli akan hal lain selain itu. 

aku memikirkanmu sedari mentari menyapa dengan kilau nya hingga ia berada di singgasana nya. seluruh bagian dari ragapun mempunyai cara mereka masing-masing untuk memikirkanmu. kadang aku sedikit merasa sangat kesal ketika mataku dapat melihat segalanya yang tidak lagi disembunyikan oleh gelap, ternyata aku tidak bisa melihat dimana dirimu berada ketika semua rasa tentang mu terasa sangat jelas.

jika hati, pikiran dan mataku bisa seperti mulut yang dapat berbicara, kamu bisa tanya mereka. mereka itu sering berdebat ketika hatiku dan pikiranku bertanya pada kedua mataku, dimana kamu? mataku selalu iri kepada mereka berdua, kenapa hatiku dan pikiranku selalu denganmu tapi dia tidak bisa melihat kamu dimana pun? tidak adil ucapnya. ia hanya biasa ditemani air mata yang selalu menemani nya sampai dirimu kembali.

selagi menunggumu kembali, air mataku menemaninya lalu menghabiskan hari dengan menceritakan segala hal tentangmu, bagaimana lembutnya suaramu, bagaimana indahnya senyum dan tawamu.

setiap bagian yang ada pada ragaku selalu memikirkan mu setiap saat, sedari detik beranjak menjadi menjadi menit, menit tumbuh menjadi jam dan akhirnya sampai menjadi sebuah hari. 

jika memang kamu masih ragu, apakah kamu memang ada dipikiranku atau tidak? aku akan menceritakan sebuah cerita yang tidak akan pernah ada habis nya, isinya akan selalu bertambah ketika kamu berada jauh dari sisiku. 

kamu tau cerita apa itu? judul ceritanya adalah Rindu.

-My unknown thoughts-


0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript