Tidak jadi ke surga, om?




Rasanya saya ingin tertawa membaca tentang beberapa mantan kombatan ISIS asal Indonesia yang ingin pulang. Aneh saja, katanya mau berjihad, katanya mau menuju ke surga dari pada tetap di negara thogut (menurut mereka), lah kok sekarang merengek minta pulang? Ke surganya tidak jadi? Atau tiket surganya sudah habis? Lah terus, kemana kegagahan mu yang dulu boss? Tidak malu? Mundur dari jihad? 

Kalau saya ada di posisi pemegang otoritas Indonesia, saya tidak akan izinkan mereka pulang ke Indonesia. Buat apa? Nambah pengeluaran saja. Belum dampak buruk yang mereka bawa. Kalau mau memikirkan dampak paling buruk, bisa saja mereka pulang hanya kamuflase untuk menyebarkan faham yang mereka yakini kebenarannya untuk warga negara Indonesia yang lain. Alasan sederhananya, ngapain ngurus orang yang sudah melecehkan pancasila. Selesai.




Kurang sayang apa sih Tuhan dengan kita yang ditaruh di negeri bernama Indonesia ini? Tidak ada musim dingin, tidak ada gelombang panas di musim panas. Tidak punya duit, tetap berani kawin dan punya banyak anak. Punya duit 250ribu motor diantar ke rumah. Mau makan tidak punya duit, bisa ngutang. Mau keluar jam berapapun ada teman nongkrong. Loh nikmat seperti ini kok ya masih didustakan.

Ini belum ngomong soal alam dan kondisi secara umum di negara ini loh ya. Di Suriah, mau lihat apa? Pasir? Di sini, sejauh mata memandang itu isinya nikmat Tuhan. Coba saja renungkan kalau tidak percaya dan bandingkan dengan negara di luar sana. Surga itu tidak perlu kalian cari kalau otak, nalar, hati dan logika kalian bekerja dengan baik. Kamu jadi orang miskin di luar negeri yang beriklim empat musim, anda bisa hidup?




Di sini, se-miskin-miskinnya anda, tidak perlu melawan alam untuk bertahan hidup. Rumah anda tidak ada pemanas ruangan ataupun AC, anda akan tetap hidup nyaman karena cuaca yang begitu ramah. Matahari yang tak pernah ingkar janji itu ada di mana sih? Di sini, di Indonesia! Terbit ya sekitar jam 5-6 pagi, tenggelam jam 5-7 malam. Di Suriah sana, bisa tidak matahari seperti itu?

Lah sudah dikasih nikmat seperti ini kok dikufuri. Kok malah lari sambil memaki. Ini otaknya ada di mana? Kalau mau berjihad, ngapain jauh-jauh ke Suriah, Palestina atau mana lah itu. Cukup lihat cermin, kalahkan yang ada di dalam cermin. Iya, kalahkah sendiri hawa nafsu mu. Kalahkah sampai titik paling rendah. Lihat keluarga mu, sejahterakan mereka dengan rezeki yang halal dan barokah. Itu termasuk jihad kan? 




Kalau sudah gabung ISIS, atau maju perang ke Palestina, memang apa yang kamu dapat? Surga? Kalau iya ya kejar sana surga mu. Ngapain merengek minta pulang. Manusia kalau belajar dari orang awam yang dipakaikan sorban ya begini ini. Bukannya jadi paham agama, justru malah ngawur dalam mengambil tindakan.

Well, kali ini saya benar-benar berharap kepada Pemerintahan Pak Jokowi untuk tegas kepada mereka kombatan ISIS asal Indonesia yang mau pulang. Tidak usah ngomong HAM dan persamaan hak warga negara, jangan izinkan mereka masuk Indonesia apapun alasannya. 



0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript