Seandainya


Seandainya, aku diberikan sebuah permintaan, aku akan meminta tuk kembali ke tempat dan waktu dimana aku mengecupmu. menyapaikan rasa rindu yang terukir dari bibir ini akan bibirmu, dan jiwaku kan memohon kesempatan tuk bernafas seutuhnya bersama jiwamu.

aku berjalan menelusuri semua tentang kita tuk mengerti sebenarnya dimanakah kita menapaki jalan yang salah. aku selalu berpura-pura tuk tidak menjadi diriku, tidak menjadi bagaimana dirimu tuk melihat segala tapak yang kita lalui bersama kala itu dan aku cemas bahwa kita hanya menyerah terlalu cepat.

aku tidak bisa untuk kehilangan apa-apa lagi ketika disaat akulah yang kehilangan dirimu, tidak tersisa kata lagi yang dapat ku ucap dan kehilangan semua yang kupunya sehingga ku tak punya apa-apa lagi ketika aku mengejarmu.

ketika aku bisa menggapaimu mungkin kamu akan bilang bahwa kamu masih menginginkan diriku, atau mungkin juga kamu akan bilang bahwa kamu tidak lagi menginginkan diriku, mungkin juga ketika kita bilang bahwa tapak kita hanya sampai disini. 

tapi sejujurnya apapun yang akan kamu katakan, aku merasakan tidak mampu tuk membiarkanmu pergi, aku tidak mau dirimu pergi.

-Unknown thoughts on 2018-

0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript