Luka
apakah kamu tau?
tentang senyuman yang bisa menguras semua air mata?
tentang kenangan manis yang membuat kalbu menjadi sesak?
tentang sentuhan dan belaian lembut yang melukaimu?
tentang semua kenyataan yang begitu yang semu?
masih jelas terbayang senyum manis yang dulu selalu membuat hatiku menjadi tenang dan sejuk tapi ialah senyum yang membuat membuatku sangat amat tersiksa walau aku hanya menyaksikan nya dari bayang-bayang akan mu.
senyuman yang dulu sangat aku rindu, sebuah senyum yang menjadi alasan untuk ku tetap berjalan tanpa keraguan, sebuah keindahan yang aku bingkai dalam benak ku tuk temani mimpi indahku. yang menjadi sebuah senyum yang akan selalu ku benci, sebuah senyum yang menjadi alasan ku terjebak didalam derasnya badai ditemani jeritan gemuruh guntur sehingga membuatku terombang ambing tak tentu arah lalu menenggelamkanku kedalam air mata yang membanjiri, serta menjadi sebuah bingkai yang lebih jauh membutakan dari gelapnya malam.
masih selalu terbayang segala cerita yang telah kita ukir bersama, segala tawamu yang mewarnai duniaku yang hitam putih, cerita yang kita tuliskan kata demi kata menjadi sebuah arti didalam tiap lembaran buku yang berjudul kita, karena segala tentangmu yang menjadikan kalbu ku bernafas. yang kini semua warna menjadi luntur menjadi tidak berwarna, bukan menjadi hitam atau putih tapi sama sekali tidak mempunyai warna, menjadikan semua kata tentang kita yang menjadikan segala nya tak berarti dan membuat kalbuku sesak kehilangan nafasnya.
masih sangat terasa segala sentuhan tanganmu yang bisa membuat ragaku ini sangat amat tenang serasa surga adalah tempat yang tidak asing bagiku, menghilangkan segala keraguan untuk ku pertaruhkan nyawaku hanya untuk belaian lembut jemarimu yang menari disetiap helai rambutku yang membuat ku sangat damai. tapi kenapa surga yang dulu membuatku merasa begitu tenang bisa membakarku menjadi tidak tersisa seperti aku melewati neraka yang tidak akan pernah membiarkanku tuk keluar? mengapa belaian lembut jemarimu untuk bisa menggoreskan banyak sekali luka?
masih terekam jelas memori dimana kamu membuat segala hal menjadi sebuah hal yang pasti dan terasa sangat nyata, tentang dirimu yang selalu menemaniku berjalan, tentang dirimu yang membuatku tidak perduli ketika dunia menghadang ataupun berjalan menjauh, karena dirimu yang memberikanku sebuah dunia baru. tapi aku tidak mengerti, kenapa sesuatu yang kurasakan sangat pasti itu sekarang meninggalkanku berjalan sendirian dan menyadarkanku bahwa sebenarnya aku tidak pernah berada pada dunia manapun.
ada banyak sekali luka di diriku ini, terasa sangat amat menyakitkan walau tanpa adanya goresan pada raga ini.
apakah bisa kuputar kembali semuanya? mestinya aku tidak harus mengenal dirimu apalagi berani tuk mencintaimu sesungguh ini, karena aku tidak tau mencintaimu itu sesakit ini dan mungkin semua luka yang ini tidak akan pernah bisa untuk hilang.
-Unknown thoughts on 2016-

0 Komentar