Tutup buku cerita berjudul '2018'
365 hari adalah waktu yang lama,
tapi kita telah melalui nya dengan banyak cerita kita masing masing. terdiri
dari bulan bulan yang telah memberikan kamu sebuah kebahagiaan, terdiri dari
minggu minggu yang memberikan kamu tangis, terdiri dari hari hari penuh
penyesalan, terdiri dari jam jam penuh harapan, terdiri dari detik detik yang
selalu kamu dambakan.
Kita punya waktu yang sama untuk
dilalui, kita punya tanah pijakan yang sama, kita menghirup udara yang sama,
melihat kepada matahari dan bulan pada langit yang sama.
Tapi mungkin kita punya cerita
yang berbeda beda bagaimana kita melalui itu semua, karena sejatinya kita
mempunyai jalan sendiri sendiri dengan pesona dan derita nya masing masing.
adapun kita dipertemukan dalam persona dan derita yang sama, dari sisi manakah
kamu akan memerankan nya? dari sisi manakah kamu akan mengenang dan menceritakan
nya? apakah kau seorang pesona? Atau kah seorang derita? Apakah dia pesona mu? Atau
kah dia deritamu?
Kita akan selalu berjalan melalui
jalan yang dilalui insan lain, entah hanya berinterseksi atau bisa menyatu
dijalan yang sama dengan sebuah ujung yang memisahkan atau jalan yang
mengabadikan, karena kita tidak akan tau seberapa jauh jalan yang akan kita
tempuh, seberapa banyak interseksi yang kita lalui, seberapa banyak jalan yang
menyatukan dan memisahkan.
Kita telah melalui 365 jalan
lebih dari sekali, sudah berkali kali kurasa. Tapi tidak semua orang kembali
pada 365 jalan yang sama, ada juga yang menemukan 365 jalan baru ataupun mereka
yang punya kekuatan untuk menciptakan 365 jalan yang belum pernah dibuat.
Banyak dari kita yang sudah
menutup beberapa jalan yang tidak akan ia lewati lagi, sesungguh nya rasional
mereka menjaga raganya kembali runtuh, Menutup semua kemungkinan yang memilukan
raga kembali runtuh.
Tapi benarkah jalan yang meluluh
lantahkan jiwamu itu adalah jalan yang salah? Ataukah dirimu yang melakukan
kesalahan ketika melaluinya? Apakah jalan yang mengantarkan keabadian adalah
jalan yang benar? Ataukah hanya dirimu yang berjalan dengan baik di dalamnya?
mungkin akan ada orang orang yang
akan menunggu untuk menghancurkan mu dijalan yang sama disaat kamu melewati
jalan yang sama yang memberikan mu keabadian di perjalan sebelumnya?
ataukah mungkin ada orang orang
yang akan menemani langkahmu untuk menata kembali semua puing puing runtuhnya
jiwamu?
Apakah engkau yang akan membuat
jalan mu seperti itu? Ataukah engkau yang menjadi orang orang seperti itu dijalan
orang lain?
Ketika kamu tau bahwa malaikat
yang kamu temui ternyata yang akan membuat jalan mu menjadi neraka, akankah
kamu tetap memuja dan melalui jalanmu
bersama nya?
Ketika kamu tau bahwa iblis yang
penuh luka itu ternyata yang mampu menyurgakan jalan mu, akankah kamu tetap
membenci dan menghalanginya untuk berada dijalan mu?
Apakah ia malaikat yang kau
leburkan? Apakah ia iblis yang kau sucikan?
Apakah jalan nya yang
menyesatkanmu ataukah engkau yang menyesatkan dirimu?
Akan ada banyak sekali pertanyaan
yang tidak akan kau temukan jawaban nya dijalan orang lain, maupun orang lain
yang mencari jawab di jalanmu.
Apakah kamu akan mencoba menjawab
semua pertanyaan itu ataukah hanya berjalan buta tanpa jawaban? Sebuah pilihan
yang menentukan kita berjalan dalam jalan yang penuh arah atau kebutaan. Temukanlah
jawaban nya, jika bukan diri mu sendiri. Orang lain takan menemukan jawaban nya
untukmu.
Diujung jalan ku yang ke 365 ini,
aku memang ingin menutupnya menjadi sebuah kenangan yang dihiaskan di dalam kalbu.
Tapi aku juga ingin mencari yang belum ada jawaban nya, yang akan membuatku punya
365 jalan yang lebih baik lagi.
Semoga kita bisa bertemu dijalan
yang baru, tapi jika kita bertemu dijalan yang sama lagi. beritahulah aku siapa
dirimu, beritahu kau berjalan dari sisi yang mana dan kau akan kemana.
Sampai bertemu, kita akan tau apakah
aku yang akan jadi jalanmu dan mungkin kamu lah yang akan memberitahu ku
jawaban nya jalanku ialah dengan dan dirimu.
Mungkin itu jalan mu, atau itu
hanya jalanku. Atau juga itu jalan kita.
Selamat menempuh 365 jalan yang
baru, sapa aku jika kita berjalan di tapak yang sama!
0 Komentar