Tutup buku cerita berjudul '2018'

Image result for 2019



365 hari adalah waktu yang lama, tapi kita telah melalui nya dengan banyak cerita kita masing masing. terdiri dari bulan bulan yang telah memberikan kamu sebuah kebahagiaan, terdiri dari minggu minggu yang memberikan kamu tangis, terdiri dari hari hari penuh penyesalan, terdiri dari jam jam penuh harapan, terdiri dari detik detik yang selalu kamu dambakan.


Kita punya waktu yang sama untuk dilalui, kita punya tanah pijakan yang sama, kita menghirup udara yang sama, melihat kepada matahari dan bulan pada langit yang sama.

Tapi mungkin kita punya cerita yang berbeda beda bagaimana kita melalui itu semua, karena sejatinya kita mempunyai jalan sendiri sendiri dengan pesona dan derita nya masing masing. adapun kita dipertemukan dalam persona dan derita yang sama, dari sisi manakah kamu akan memerankan nya? dari sisi manakah kamu akan mengenang dan menceritakan nya? apakah kau seorang pesona? Atau kah seorang derita? Apakah dia pesona mu? Atau kah dia deritamu?

Kita akan selalu berjalan melalui jalan yang dilalui insan lain, entah hanya berinterseksi atau bisa menyatu dijalan yang sama dengan sebuah ujung yang memisahkan atau jalan yang mengabadikan, karena kita tidak akan tau seberapa jauh jalan yang akan kita tempuh, seberapa banyak interseksi yang kita lalui, seberapa banyak jalan yang menyatukan dan memisahkan.

Kita telah melalui 365 jalan lebih dari sekali, sudah berkali kali kurasa. Tapi tidak semua orang kembali pada 365 jalan yang sama, ada juga yang menemukan 365 jalan baru ataupun mereka yang punya kekuatan untuk menciptakan 365 jalan yang belum pernah dibuat.

Banyak dari kita yang sudah menutup beberapa jalan yang tidak akan ia lewati lagi, sesungguh nya rasional mereka menjaga raganya kembali runtuh, Menutup semua kemungkinan yang memilukan raga kembali runtuh.

Tapi benarkah jalan yang meluluh lantahkan jiwamu itu adalah jalan yang salah? Ataukah dirimu yang melakukan kesalahan ketika melaluinya? Apakah jalan yang mengantarkan keabadian adalah jalan yang benar? Ataukah hanya dirimu yang berjalan dengan baik di dalamnya?

mungkin akan ada orang orang yang akan menunggu untuk menghancurkan mu dijalan yang sama disaat kamu melewati jalan yang sama yang memberikan mu keabadian di perjalan sebelumnya?
ataukah mungkin ada orang orang yang akan menemani langkahmu untuk menata kembali semua puing puing runtuhnya jiwamu?

Apakah engkau yang akan membuat jalan mu seperti itu? Ataukah engkau yang menjadi orang orang seperti itu dijalan orang lain?

Ketika kamu tau bahwa malaikat yang kamu temui ternyata yang akan membuat jalan mu menjadi neraka, akankah kamu tetap memuja  dan melalui jalanmu bersama nya?

Ketika kamu tau bahwa iblis yang penuh luka itu ternyata yang mampu menyurgakan jalan mu, akankah kamu tetap membenci dan menghalanginya untuk berada dijalan mu?

Apakah ia malaikat yang kau leburkan? Apakah ia iblis yang kau sucikan?

Apakah jalan nya yang menyesatkanmu ataukah engkau yang menyesatkan dirimu?

Akan ada banyak sekali pertanyaan yang tidak akan kau temukan jawaban nya dijalan orang lain, maupun orang lain yang mencari jawab di jalanmu.

Apakah kamu akan mencoba menjawab semua pertanyaan itu ataukah hanya berjalan buta tanpa jawaban? Sebuah pilihan yang menentukan kita berjalan dalam jalan yang penuh arah atau kebutaan. Temukanlah jawaban nya, jika bukan diri mu sendiri. Orang lain takan menemukan jawaban nya untukmu.

Diujung jalan ku yang ke 365 ini, aku memang ingin menutupnya menjadi sebuah kenangan yang dihiaskan di dalam kalbu. Tapi aku juga ingin mencari yang belum ada jawaban nya, yang akan membuatku punya 365 jalan yang lebih baik lagi.

Semoga kita bisa bertemu dijalan yang baru, tapi jika kita bertemu dijalan yang sama lagi. beritahulah aku siapa dirimu, beritahu kau berjalan dari sisi yang mana dan kau akan kemana.

Sampai bertemu, kita akan tau apakah aku yang akan jadi jalanmu dan mungkin kamu lah yang akan memberitahu ku jawaban nya jalanku ialah dengan dan dirimu.

Mungkin itu jalan mu, atau itu hanya jalanku. Atau juga itu jalan kita.

Selamat menempuh 365 jalan yang baru, sapa aku jika kita berjalan di tapak yang sama!

0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript