Ketika kamu berada di mimpiku


Seperti malam malam biasanya, aku merebahkan badanku untuk beristirahat untuk meregangkan otot dan pikiran untuk menghadapi hari esok. Aku menemukanmu kembali dalam sebuah dunia yang tak nyata, aku menemui mu disana tanpa kesadaran bahwa itu bukan kenyataan. Disitu disebuah ruangan yang tidaklah besar dan aku pun tidak tau itu sebenarnya kita ada dimana namun aku merasa sangat familiar dengan tempatnya, kita menghabiskan waktu bersama disana. Ya aku dan kamu, disebuah Kasur yang empuk ku rebahkan ragaku serta kepalaku yang kusandarkan dalam pelukmu dengan alunan jarimu yang menari lembut dirambutku seperti yang layaknya kita lakukan dahulu tanpa merasa sedikitpun ada jarak yang nyatanya terbentang luas. Bersendu gurau dan bertukar cerita yang diiringi senyum yang selalu terpancar, terasa banyak sekali yang aku katakana padamu dan kudengar banyak sekali cerita cerita tentangmu disana.

Tidak ada sebuah diam yang kita lakukan walaupun dalam satu detik, aku bisa melihat kita yang sedang bersama tanpa ada sebuah dinding yang memang biasanya selalu ada. Aku tidak berfikir kenapa semuanya begitu mudah disana, aku tidak menyadari kenapa semuanya begitu hangat disana. Aku hanya terhanyut dengan tanpa kesadaran bahwa waktu itu ada.

Tidak kurasakan ada nya jam, menit apa lagi detik karena kurasakan adalah waktu yang tak terasa berlalu. Menghabiskan waktu dengan iringan lagu lagu yang sering kita putar yang kita nyanyikan bersama dengan harmoni, semuanya yang berlalu kembali pada malam itu.

Aku tidak melihat ada nya dunia luar, aku tidak melihat akan ada yang merusak semua ini. Sebuah dunia yang hanya berisikan aku dan kamu, dunia yang terasa sempit tapi tak bersekat dan berjarak karena semua yang aku dan mungkin kamu inginkan juga terasa dekat. Tawa yang begitu lepas, cubitan yang begitu hangat, senyum yang menenangkan, kecupan bibirmu yang berbicara dengan jutaan arti namun tak berkata.

Jikalau aku tersadar kalau itu adalah sebuah mimpi, aku akan bertanya kepadamu. Kenapa kamu bisa ada berada didalam mimpiku? Apakah karena aku ada di mimpimu? Apakah memang kita sedang memimpikan hal yang sama? kenapa semuanya terasa sangat mudah disini? apa yang kamu lakukan? adakah yang sedang ingin kamu sampaikan? Ataukah ini memang perbuatanku?

Aku memang tidak mengerti dan aku sama sekali tidak tau, mungkin memang sebaik nya begitu. Karena apapun jawaban yang aku dengar akan hilang dibawa gelapnya malam yang berganti terang nya mentari.

Walau itu memang sesuatu yang tapi aku merasakan aku ingat betul bagaimana nyatanya terasa kita menghabiskan waktu tanpa adanya penghalang apapun denganmu disana, ketika kamu berada di mimpiku.



0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript