Apakah memang kebahagiaan itu mahal?
Setiap hari kita selalu berupaya
untung menerjang segala hirup pikuk nya dunia yang selalu penuh dengan
perjuangan, keringat, pengorbanan, air mata dalam usaha untuk mecari juga
menebus sesuatu yang selalu di dambakan banyak orang, yaitu sebuah kebahagiaan.
Kita melakukan banyak hal untuk
mencari jalan yang sesuai, entah jalan yang mulus, memutar, bergelombang,
berliku untuk mencapai kebahagiaan yang kita mau dan tentu nya jalan setiap
orang akan sangat bisa berbeda satu dengan yang lain ataupun menempuh jalan
yang sama.
Seperti gue yang sebagai karyawan
perusahaan swasta yang tentu nya juga banyak orang melalui jalan yang sama. Kita
bekerja yang notabene 8 jam sehari tapi hampir selalu mungkin lebih dari itu
hanya untuk menambah nominal yang ada di rekening kita. Semua waktu tenaga dan
juga usaha yang kita tukar untuk sebuah nominal yang banyak orang percaya itu
adalah kebahagiaan yang sebenarnya dicari, walau 24jam itu terasa sangat kurang
untuk 1 hari bekerja, tidak ada waktu untuk keluarga, sahabat, untuk yang
tersayang dan terlebih-lebih diri sendiri.
Tapi semakin hari gue semakin
menyadari bahwa walaupun kita berada dan menempuh dijalan yang sama, tidak
semua orang menatap pada tujuan yang sama, definisi bahagia yang berbeda dari
satu dengan yang lain. dari mulai ada yang merasa bahagia sudah punya pekerjaan
sehingga dia bisa mendapatkan apa yang ia mau dengan usaha nya sendiri, ada
yang merasa puas ketika bisa menebus motor saja cukup atau pun menebus mobil baru karena sekedar motor tidak
cukup, ada yang merasa bangga dengan posisi nya yang sudah menjadi manager
serta ada pula yang tetap menyukai sebagai karyawan dibanding menjadi manager
dengan berbagai macam alasan. Ya banyak sekali definisi kebahagiaan yang bisa
dicapai.
Tapi kok gue ngerasa, apakah benar
bahagia semahal itu? Gue masih bingung dengan jenis bahagia seperti apa yang gue
cari. Karena walaupun gue sudah bekerja dengan penghasilan yang bisa membuat
gue cukup makan, cukup untuk membeli walau butuh menabung sedikit untuk harga
yang lebih mahal, bisa membeli barang yang dari dulu gue belum bisa beli
sendiri. Memang terasa bahagia ketika kita bisa ‘menebus’ kebahagiaan tersebut dari
hasil kerja keras kita, tapi gue merasa sesuatu tersebut datang kembali. Semahal
itukah? Karena gue ngerasa ada nya kebalikan, adanya ketidakbahagiaan, mungkin
juga beberapa orang merasakan hal yang sama. Entah. Hidup gue merasa sempit, sangat
sempit untuk diri gue sendiri, selalu dikejar kejar deadline bahkan dikejar
kejar perasaan selalu kurang yang mana jadi akan selalu was was jika suatu saat
‘kebahagiaan’ tersebut tidak bisa kita dapatkan kembali atau lepas dari genggaman
kita.
Lalu sebenarnya apa kebahagiaan
yang sebenar nya gue cari? Gue masih berusaha mencari jawaban nya. apakah karena
jalan yang gue ambil itu salah? Gue belum tau apakah kebahagiaan gue berada
dijalan yang lain? karena gue merasa bahwa gue tidak sepenuh nya bahagia
dijalan ini.
ataukah memang perjalanan gue
yang masih sangat Panjang?
Ataukah memang gue bisa menciptakan
jalan gue sendiri untuk kebahagiaan yang gue cari?
Gue akan selalu mencoba untuk
mencari tau, mungkin akan terdengar gue seperti orang yang malas untuk bekerja
namun ingin bahagia tanpa usaha, tidak punya kemampuan untuk menggapai semua
materil, tidak mau berusaha untuk sebuah kesuksesan, ngga bersyukur atau pun
anggapan anggapan lain nya.
Tapi karena gue ngga mau selama
nya merasa dikejar dan bahkan ada sesuatu yang menurut gue ngga akan bisa dikembalikan,
waktu dan juga orang tersayang.
Semahal itukah kebahagiaan yang
akan gue tebus dengan menukarkan kebahagiaan yang gue punya sekarang untuk
membahagiakan kebahagiaan yang gue itu? Tidak ada habisnya.
Karena kebahagiaan tersebut sudah
hilang dan tidak bisa kembali lagi ketika gue mencari kebahagiaan yang lain,
untuk apa lagi gue terus berjalan?
Entah salah atau tidak, tapi kalau
memang gue bisa menemukan jalan yang sesuai untuk mendapatkan kebahagiaan yang memang
bisa gue buat sendiri, kenapa gue harus selalu mengikuti jalan yang memang ngga
tau sampai sejauh mana jalan nya dan ngga tau dimanakah ujungnya.
gue ingin mencari tau, apakah
memang kebahagiaan itu mahal? Ataukah banyak kebahagiaan yang memang belum
pernah gue liat sebelumnya.
kalau lo sendiri gimana?
kalau lo sendiri gimana?

0 Komentar