Second Heartbeat




Kamu yang menceritakan kebohongan adalah sesuatu yang tidak kamu suka, tapi kenapa kamu yang menjadi aktor yang memerankan itu untukku.
Kamu yang mengajarkan ku penghianatan adalah sesuatu yang tidak kamu suka, tapi kenapa kamu yang menjadi dalang yang menceritakan itu kepadaku.

Mungkin kamu tau, ada banyak luka yang berlindung dalam sebuah tawa, Ada cinta yang berlindung dibalik punggung amarah. Ada alasan dibalik bulir air mata sebagai cerminan kecewa dalam baik baik saja.

Kamu pernah tau rasa tidak mengenal seseorang yang selalu kamu dekap erat?

Ada banyak hal yang kamu tak tahu walau semua ceritanya telah kamu lalui tentang peringai seseorang yang berubah tak kenal waktu dan seolah tak tahu arah, mengapa sekejap berubah-ubah seakan dia yang tak pernah kamu dekap?

Bukan, bukan karena tak ingin lagi menyapamu, hanya saja isyarat untuk diam mungkin untuk memberimu kesempatan untuk menyadari.

Bukan, bukan karena ingin tidak kembali dalam dekapan erat, hanya saja segala amarah bukan menjadi persoalan benci yang biasanya ditemui, tapi inilah rasa sayang yang sesungguh nya.

Bukan, bukan karena ingin selalu sunyi dalam diam, hanya saja banyak sekali emosi yang tidak mempunyai pengaruh apa-apa terhadap realita.

Tak mau untuk diketahui, kamu tak akan pernah tahu bagaimana jalan yang ditempuh hingga titik dimana kamu melihatnya sekarang. Kamu hanya melihat dia dengan kehangatan keadaan nya sekarang.

Tak segala sesuatu yang kamu lihat adalah memang sesuatu semesti nya terjadi, ada banyak rahasia yang memang tak sanggup untuk diungkapkan, ada banyak air mata yang kamu tidak lihat bulir deritanya, dan ada banyak hal yang tak seharusnya kamu tau meskipun semua nya bisa kamu rasakan.
ada sebuah dunia yang ku buat menjadi sangat nyata dari hanya sebuah harapan, tapi kamu ubah jalan realita menjadi sebuah cerita.

Kamu yang memintaku untuk lekas menjauh. katamu “segeralah buang semua yang pernah terjadi dan anggap itu tidak pernah terjadi”

Jika aku adalah sebuah kesalahan, biarlah kepergianku menjadi sebuah kebenaran. 

Dan jika jarak adalah penawar yang kamu butuhkan, biarlah aku yang akan membuatkan nya untukmu.

Apa kamu bahagia? Seharusnya, karena pada akhirnya aku telah melakukan apa yang kamu minta.

0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript