Kenapa wanita cenderung menyia-nyiakan laki-laki baik
Apakah yang akan sista
lakukan bila mendapatkan seorang pasangan yang Sabar, pengertian, ngalahan dan
tidak pernah marah? Kemungkinan besar para sista akan menjawab saya bersyukur
dan berjanji akan menyayanginya sepenuh hati kecuali para sista pecinta bad boy
yang lebih suka pacaran sama anggota geng motor. Memang saat ini cowok dengan
kriteria seperti yang saya sebutkan diatas adalah makhluk langka yang hampir
punah, dan akan sangat beruntung bagi sista yang berhasil mendapatkannya. Namun
pertanyaan berikutnya adalah benarkah sista akan menyayangi laki-laki seperti
ini dengan sepenuh hati?
Ini adalah cerita dari sahabat saya. Bisa
dibilang dia adalah seorang lelaki dengan kriteria seperti yang saya sebutkan
tadi. Dia sudah menikah dan saya pikir pernikahannya baik-baik saja meskipun
kadang dia curhat tentang istrinya yang keras kepala dan mau menang sendiri.
Secara kasat mata mereka terlihat sebagai pasangan normal (malah terlihat
bahagia sih). Gaji sahabat saya pun relatif baik
sehingga secara ekonomi memang tidak ada masalah. Namun saat ini rumah
tangganya sedang bermasalah karena dia jatuh cinta lagi dengan perempuan lain.
Perempuan tersebut tidak bisa dibilang lebih cantik dari istrinya bahkan mungkin
bisa dibilang dia kalah segalanya dari istrinya. Satu-satunya kelebihan dia
adalah dia selalu mau mengerti apa keinginan sahabat saya tersebut. Sebuah
cerita perselingkuhan yang mungkin banyak juga dialami oleh pasangan-pasangan
lain.
Semua
cowok itu sama, brengsek semua!
Itulah yang kemudian
keluar dari mulut istri sahabat saya. Wajar sih namanya juga marah tingkat dewa
(sampai lupa kalau bapaknya yang juga laki-laki adalah pahlawannya). Sebut saja
sahabat saya itu brengsek, anjing, atau terserah sebutan jelek lainnya. Atau
panggil perempuan lain itu sebagai pelakor, pelacur ataupun lonte. Tidak bisa
dipungkiri mereka memang salah. Tapi apakah terus ini hanyalah kesalahan mereka
berdua saja? Apakah sang istri sah ini hanya murni sebagai korban dan tidak
punya andil sama sekali dalam perselingkuhan ini? Saya adalah seorang
konservatif yang masih percaya bahwa laki-laki baik itu untuk wanita yang baik
dan begitu pula sebaliknya. Yang saya pelajari adalah dengan alasan apapun,
sang istri pasti punya andil hingga terjadinya perselingkuhan itu dan tidak
semata hanya menjadi korban. Kok bisa begitu?
Sabar kok
ada batasnya?
Percayalah sis, sabar
itu ada batasnya. Sahabat saya ini orangnya sabar, apalagi sama istrinya. Saya
tahu istrinya memang agak kasar dan sudah begitu dari jaman pacaran. Kata dia
sih ya udah sabar aja ntar juga ngerti. Nah ini adalah cara berpikir suami.
Meskipun saat pacaran si perempuan ini emosional, dia berharap dengan kesabaran
yang dia tunjukkan, suatu saat nanti setelah menikah istrinya akan mengerti dan
berubah menjadi penyabar pula. Namun biasanya kalau sudah begini yang terjadi
adalah si istri lupa diri dan malah bablas. Nah akhirnya si suamipun menjadi
serba salah. Dibiarin makin jadi, kalau dikasih tahu malah makin emosi. Sahabat
saya pernah cerita sewaktu dia mencoba ikut menaikkan tensi berharap istrinya
tahu bahwa dia sudah kelewatan, yang ada malah sumpah serapah dan
kawan-kawannya yang berdatangan, belum lagi jari yang sampai menunjuk muka.
Padahal awalnya hanya karena masalah sepele. Pulang kerja si suami lapar, si
istri belum masak nasi. Kalau mungkin posisi dibalik suami yang
marah-marah kan agak enak sebetulnya. Si istri lapor KPAI maka si suami bisa
kena pasal KDRT. Tapi kalau gini? Lapor ya malah diketawain, dibales nanti
istri nangis (terus lapor KPAI pula) maka jalan satu-satunya yaitu tadi,
kembali bersabar.
Saya juga
ingin dimengerti
Mirip poin diatas ini
sebetulnya. Si cowok dari pacaran biasa ngertiin si cewek. Apapun ngikutin
ceweknya sampai sering dihujat sama temennya sebagai korban penjajahan
kolonial. Dan sama, si cowok juga berharap suatu hari nanti setelah menikah
semuanya akan terbayarkan, si cewek akan mulai mengerti keinginannya juga.
Hasilnya? Gak sia-sia. Si cewek berhasil menjadi princess yang keinginannya
harus selalu dituruti. Nah ini pula yang sering tidak dipahami. Si cowok selalu
mengalah dan memendam keinginannya dengan harapan nantinya si cewek akan
mengerti. Dan lagi-lagi harus kita akui kalau cara berpikir orang Venus itu
berbeda dengan orang Mars. Yang ada sahabat saya ini semakin tertekan setiap
harinya. Pernah dia curhat sama saya kalau istrinya seminggu ini males banget.
Males masak, males bersih-bersih rumah dan males keluar. Jadilah dia
beres-beres rumah sendiri, beli lauk sendiri (buat dimakan berdua di rumah
sih), tapi ya itu tadi, dia tetep mencoba mengerti kalau istrinya lagi males.
Toh kadang rajin juga, begitu alasannya. Nah cerita dimulai dari si istri yang
lagi males ini tetep rajin mandi sama dandan, so wajar dong kalau suami jadi
pengen ngajak ngamar. Nah si istri nolak alesannya emang lagi males
ngapa-ngapain termasuk gituan soalnya badan rasanya lemes terus . Si suami
ngalah lagi dan daripada stress ngeliatin istri yang tidak bisa digagahi ya
mending dia tidur aja di kamar. Sebenernya tidak masalah bila cerita berakhir
disini, namun permasalahannya si istri yang lagi males ini ngambek ditinggal
tidur. Katanya "mentang-mentang aku gak mau diajak gituan terus ditinggal
tidur. Cowok itu emang egois kalau mau gituan mintanya harus!" (what the fuck). Nah kan berat ini para sista sekalian.
Akhirnya dia cerita kalau dengan terpaksa malam itu dia melaksanakan ritual
memandikan keris untuk mengurangi beban pikiran meskipun saat itu bukan malam
satu suro.
Kasihan
cewek itu.......
Suatu saat sahabat ane
ini ditinggal istrinya mudik ke rumah ortunya di Jogja (sohib ane di Bandung).
Pamitnya sih seminggu tapi sampai udah mau sebulan belum balik. Alesannya masih
kangen rumah. Ya udah seperti biasa dia terima aja alasan tersebut dengan
lapang dada. Namanya ditinggal istri ya pastilah ujung-ujungnya makan di luar.
Nah di suatu malam yang gelap dia pulang kerja lembur dan seperti biasa
dia tidak kelayapan namun langsung pulang ke rumah, sambil mampir makan nasgor
di tukang nasgor langganannya. Kebetulan saat itu hujan lumayan deras. Sambil
nunggu pesenan, dia ngelihat ada cewek berdiri sendirian di depan toko yang
udah tutup di sebelah tenda si tukang nasgor.
S : Siapa mang?M : Oh itu yang kerja di toko Pak. Nunggu jemputan. Tadi mah rame-rame tapi yang lain udah pada dijemput jadi tinggal sendirian
S : Kasihan dong, mana hujannya gede lagi.
M : Iya.Biasanya sih dijemputnya juga barengan semua cuma emang kalau hujan gini dia suka ketinggalan sendiri.
S : Oooooh.
Awal dari permasalahan.
Beberapa hari kemudian kejadian berulang hanya saja kali ini si cewek ikut masuk ke tenda Mang nasgor.
C : Mie rebus satu mang
M : Siap. Pedes gak neng?
C : Sedeng aja
M : Kok belum dijemput neng?
C : Motor adek saya mati kena banjir. Katanya mau cari pinjeman dulu tapi dari tadi gak dateng-dateng juga. Mana udah malem banget ini (suaranya seperti mau nangis)
Dan bisa ditebak, temen saya yang gak tegaan
ini akhirnya nganterin dia pulang (saat itu ojek online belum berkembang). Dan dari sinilah awal cerita perselingkuhan itu dimulai.
"Ya jelaslah temen kamu yang salah. Ngapain
juga dia nganterin tu cewek. Jelas-jelas dia udah punya istri juga."
Tanggapan yang normal dari para sista. Namun
perlu diingat, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, temen ane ini
orangnya suka mengalah dan sabar. Perempuan pun biasanya suka dengan laki-laki
tipe begini. Tapi yang perlu diingat oleh para sista adalah cowok tipe ini
biasanya mempunyai hati yang sangat sensitif. Dia akan selalu memilih untuk
mengalah dan menghindari konfrontasi. Dia lebih suka menyakiti dirinya sendiri
daripada melihat orang lain terluka. Sepertinya betul-betul tipe lelaki idaman.
Namun karena hatinya yang lembut ini, dia sebenarnya juga ingin selalu dimanja.
Selain itu dia cenderung mudah untuk bersimpati pada orang yang dianggapnya
menderita. Apalagi terhadap seorang perempuan.
Saya tidak akan membenarkan siapapun dalam
kasus ini, tapi saya akan menyalahkan semuanya. Artinya dalam suatu
perselingkuhan itu pasti ada andil dari semua pihak dan bukannya salah satu
pihak saja. Semua pasti punya alasan sebagai pembenaran tapi pasti sebenarnya
jauh di lubuk hati masing-masing, mereka semua tahu bahwa mereka
bersalah.
merasa ikut sedih dengan kondisi perselingkuhan yang kian marak
bahkan seolah-olah tidak merasa malu untuk menyebarkannya di media sosial
dengan dalih saya adalah korban. Padahal sebenarnya semua punya salah, dan yang
pasti bila perselingkuhan terjadi, anaklah yang akan selalu menjadi korbannya.
Jadi bagi para suami, perlakukan istrimu dengan sebaik-baiknya namun bila
memang ada yang salah katakan saja, karena jujur itu selalu jauh lebih baik.
Dan bagi para istri, hormatilah suami anda dan sayangi dia dengan tulus, di
dalam hubungan tidak ada lagi kalimat woman is always right. Semoga tidak ada
lagi selingkuh diantara kita apalagi yang malah dengan bangga memviralkannya.

0 Komentar