Menghargai diri sendiri




Menghargai diri sendiri sekarang adalah sesuatu yang lagi gue latih dalam setahun belakangan ini untuk melindungi diri gue dari sebuah penyesalan dari apa yang gue lakuin tapi sebenernya gue ngga mau, dan akhirnya sedikit sedikit gue bisa menumbuhkan itu setahun ini. Kenapa perlu dilatih? karena gue ngga mau masuk ke dalam situasi atau keadaan yang bikin gue ngga nyaman  dan buat gue susah(lagi) yang padahal bisa gue hindarin,  kenapa baru dilatih sekarang? karena gue baru sadar setelah hal tersebut terjadi secara berulang ulang, bodoh. Ketika gue berhenti sejenak untuk berpikir dan melihat sekitar, gue banyak melontarkan pertanyaan ke diri gue sendiri tentang apa yang gue putuskan dan juga lakukan. Apa ini perlu? Apa emang gue butuh? Apa emang seharus nya gitu? Apa ini yang gue pengen? Atau sebenernya gue butuh nya apa? Gue kurang begitu bisa jujur ke diri gue sendiri karena gue sibuk jujur kepada orang lain, bodoh lagi. Bukan untuk merepresentasikan bahwa gue orang jujur, gue ngga tau gue ini orang jujur dan gue ngga punya takaran segimana gue bisa menilai diri gue ini sebagaimana jujur. Yang gue maksud adalah gue selalu berusaha mengungkapkan dan melakukan apa yang gue rasain untuk orang lain bukan untuk gue sendiri dan gue ngga bisa jujur ke diri gue sendiri bahwa gue ngga suka dan ngga mau itu, dan itu adalah kesalahan terbesar gue. Gue selalu memahami dan memaklumi semua hal yang mereka lakukan walau gue merasa tersiksa dengan itu.

ada sebuah kalimat yang bilang “perlakukanlah orang lain dengan baik sebagaimana kamu ingin diperlakukan” pernah denger kan?

Ngga semua orang yang kita perlakukan dengan baik dan kita perjuangin itu tau diri, lo berharap dengan lo berlaku baik kepada semua orang terus orang orang tersebut bakal berlaku baik ke lo? Atau sebaliknya, Berharap singa jantan yang bewok di rimba ngga akan gigit lo karena lo ngga gigit dia? Ya itu pertanyaan untuk kebodohan gue sendiri karena salahnya gue adalah kurang menghargai diri gue sendiri, dan selalu ngebuat diri gue ngerasa bersalah untuk semua hal yang bukan gue lakukan. Makin lama makin berpikir

Kenapa harus terus …..? Kalau selalu diacuhkan
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu tidak didengar
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu tidak dianggap
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu tidak diperhatikan
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu tidak dihormat
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu tidak tepat janji
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu direndahkan
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu dibuang
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu disepelekan
Kenapa harus terus …..? Kalau selalu jadi pelampiasan

Gue udah bisa mulai menghargai diri gue sendiri dengan tidak lagi ngejawab pertanyaan tersebut dengan positif ketika sudah berkali kali diperlakukan seperti poin poin diatas. Sekarang gue bisa lebih jujur untuk bilang bahwa gue suka itu, gue ngga suka itu ya kalau di tanya kenapa gue akan biilang apa penyebab nya.

kok lo berubah sih ngga kaya dulu? gue akan langsung bilang ya karena lo yang udah buat gue berubah.

Mungkin karena gue terlalu jujur pada orang lain dan ngga bisa jujur pada diri gue sendiri jadi gue ngga bisa ngeliat siapa yang sedang menggandeng gue disamping gue dan siapa yang menopang badan gue dari belakang yang selalu menjaga gue untuk tidak terjatuh.

Maybe the problem is we ignore the ones who adore us, adore the ones who ignore us, love the ones who hurt us, and hurt the ones that love us. And maybe never say sorry for being honest, life is so much simpler when you stop explaining yourself to people and just do what works for you. Worst feeling in the world is knowing you did the best you could but still wasn’t good enough and feel useless. Don’t follow your heart because your heart is stupid as shit, when the brain tell you stop but your heart still ask why and back even you know what will happen next, if your heart is in a million pieces which piece do you follow?

I’d distance myself from the people who lie and disrespect, if you put trust and respect together it’ll be loyalty. I reward loyalty with loyalty, I reward disloyalty with distance.

Be loyal or stay away, I lost interest when i got ignored.

0 Komentar

Mohon Aktifkan Javascript!Enable JavaScript