Merantau
Merantau membuatmu paham makna hidup dan
kerasnya hidup yang sesungguhnya. Terutama di tanah rantau.
Hal ini tidak begitu menjadi persoalan terutama
bagi kamu yang suka tantangan dan mau untuk mengasah dirimu pada dunia yang
keras ini.
"Kalau kita keras pada hidup maka hidup
akan lemah padamu, tapi sebaliknya ketika kamu lemah terhadap hidup maka hidup
akan keras pada dirimu"
1. Dengan merantau, kamu akan
tahu bahwa masih ada dunia luar yang lebih mengasyikan atau bahkan tantangan
yang siap tuk diarungi
Kota tempat kita lahir, tentu banyak kenikmatan
di dalamnya, khususnya perhatian orang tua kita dan sanak keluarga kita yang
tiap hari kita bertemu dan diberikan perhatian lebih kepada kita. Tapi seberapa
pun kenyamanan itu lama-kelamaan kita akan dimanjakan dengan susasana yang ada
dan menjadikan pribadi yang akan gagap terhadap dunia luar. Merantau
menjadikanmu paham akan kehidupan selain kultur budaya di kota atau daerahmu
sehingga menjadikanmu pribadi yang mampu menerima dan paham akan kultur budaya
yang berbeda.
Merantaulah dan keluarlah dari zona nyamanmu.
2. Dengan merantau, kamu akan
lebih bisa memilah teman yang baik atau berpura-pura baik.
Kita tentu tau , tentang kabar bahwa kehidupan
di luar sana itu keras. Ya, itu juga akan berlaku pada dunia pertemanan mu di
tempat rantau. Dengan berbagai karakter temanmu yang beragam ,perilaku , serta attitude yang
beragam tentu membuatmu harus pintar-pintar mencari lingkaran pertemanan yang
baik. Namun tidak menutup diri untuk berteman dengan semuanya, tapi jarak perlu
dijaga. Terlebih kehidupanmu yang masih awal di tempat rantau, harus lebih
hati-hati agar tidak terjebak di lingkaran pertemanan yang tidak baik.
Jaga diri sendiri, dan pintar memilih lingkaran
pertemanan harus kita lakukan. Namun tak menutup diri untuk berteman dengan
semua orang.
3. Dengan merantau kamu akan
menghargai apa artinya uang.
Memang benar, ketika kamu merantau, terlebih
daerah rantauanmu lebih mahal-mahal untuk konsumsi dan sebagainya. Kamu akan
lebih bisa menghemat dan berfikir dalam kondisi dompetmu yang segitu. Bisa
bertahan berapa lama , ketika kamu boros pengeluaran dan bagi kamu yang kuliah
tentu akan berfikir sejauh mana kiriman orang tuamu cukup untuk beberapa hari
ke depan. Hal ini melatihmu menjadi pribadi yang pintar dalam penghematan.
Kondisi seperti kehabisan uang tentu pastilah
pernah dialami oleh anak rantau, jalan satu-satunya adalah hutang temen atau
puasa.
4. Di tempat rantau tentu bisa
menjadikanmu pribadi yang lebih baik atau bahkan sebaliknya.
Seorang pepatah pernah berkata "berteman
dengan penjual minyak wangi akan ketularan bau wangi. Berteman dengan penjual
kambing tentu akan ketularan bau kambing." Hal ini juga akan berlaku pada
dirimu di tanah rantau karena itu semua kembali lagi pada pribadimu akan
memilih mana yang baik untuk dirimu sendiri dan juga masa depanmu. Terlebih
kehidupanmu di tanah rantau, jauh dari orang tua dan sanak keluarga sehingga
semua pilihan dan resiko berada pada dirimu sendiri, maka ambil pilihan yang
baik dan tepat.
Seorang penjahatpun awalnya pasti tidak berniat
menjadi penjahat, namun itu semua tergantung pada diri sendiri. Mau dibawa ke
manakah dirimu kelak, kembali ke pribadi masing-masing.
5. Ingatlah kedua orang tuamu
dan cita-citamu di setiap langkah rantaumu
Dari semua moodboster-mu, kedua
orang tuamu yang akan menangis bangga ketika melihat anak nya dalam perantauan
sukses. Menjadikan penyemangat tersendiri bagimu untuk terus melangkah pasti
dalam setiap tarikan nafas yang kamu lalui. Serta cita-citamu yang menggantung
itu menunggu, untuk kamu gapai yang menjadi moodboster-mu ketika
kamu lelah dan seakan menyerah pada suatu masalah. Tapi semua itu perlu
mengingatkanmu ketika kamu mulai tak tau arah serta mulai menyerah.
"Remember why you start"





0 Komentar