Aku lelaki, bekerja sekuat tenaga adalah caraku untuk membahagiakanmu nanti.
Di Indonesia, cowok itu hukumnya haram kalau harus pasrah menanti jodoh
datang! Sudah jadi kewajiban cowok untuk menafkahi dan memberikan hal terbaik
bagi keluarganya. Seorang cowok adalah calon pemimpin keluarga yang perannya
dalam urusan menjaga kebutuhan rumah tangga sangat besar. Sebagai cowok, kami
tak bisa hanya bermodal cinta saat melamar gadis yang kami suka.
Itulah kenapa bentuk cinta cowok yang paling besar adalah dengan fokus
untuk bekerja. Buat kalian cewek-cewek jomblo yang sedang menunggu jodoh,
tolong mengerti bahwa kami sedang berjuang demi melamar kalian nanti~
Kami tau bahwa rasa cinta saja tak cukup untuk membuatmu bahagia. Butuh
sokongan dana agar hidup kita nanti tak berjalan dengan sengsara
Harus diakui, kita hidup di dunia di mana segala sesuatu dinilai dengan
materi. Meski memang ada orang yang berpendapat bahwa “kalau sudah cinta, hidup
susah pun tak terasa”, namun kenyataannya kita tetap tak bisa hidup kalau tak
punya uang untuk memenuhi segala kebutuhan. Kami sebagai cowok paham benar akan
pentingnya materi! Memang sih sekarang masih muda dan hidup sendiri, jadi
materi belum begi jadi prioritas untuk dicari. Namun nanti saat sudah
berkeluarga dan punya anak, kami tak bisa membiarkan hidup kalian sengsara.
Itulah kenapa kami memutuskan untuk bekerja keras dan menata masa depan sebagai
bentuk cinta kami yang paling dalam.
Status ‘pacaran’ tak jadi prioritas. Bagi kami, bekerja demi masa depan itu
lebih penting daripada sekadar status ‘berpacaran’
Bagi kami, status pacaran itu bukan sesuatu yang perlu untuk dijadikan
prioritas. Lebih dari sekadar status semu dalam untaian kata ‘pacar’ dan
‘sayang’, kami lebih memilih untuk mempersiapkan diri demi masa depan nanti.
Daripada mengucap kalimat ‘maukah kamu jadi pacarku?’ cowok sejati bakal lebih
tertarik untuk meminangmu dengan kalimat ‘maukah kamu jadi ibu dari anak-anakku
nanti?’. Bagi cowok sejati, bekerja mempersiapkan diri demi bisa meminangmu
adalah tanda cinta sejati. Tak melulu harus berkata ‘aku cinta kamu’, kami
lebih memilih bekerja keras dan menabung agar nanti saat kita sudah bersama,
hidup kita tak lagi dipusingkan karena berpikir soal materi.
Cowok berkewajiban memenuhi kebutuhan keluarga. Kami memilih untuk fokus
pada kerja karena kami sadar bahwa hidup berkeluarga nanti juga butuh makan
Kami tau bahwa mau tak mau, saat sudah berkeluarga nanti kami punya
kewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ada kebutuhan berupa beli rumah,
bayar listrik, biaya harian, biaya makan, dan lain sebagainya. Semua itu adalah
tanggung jawab seorang cowok untuk memenuhi semuanya. Semua kebutuhan itu tak
mungkin terpenuhi dengan sendirinya kalau cowok tak bekerja keras. Kami harus
terus bekerja keras karena setiap bulannya, kebutuhan keluarga akan terus
meningkat. Sedari muda, cowok harus bekerja keras agar nanti tak kelimpungan
saat sudah ingin menikah. Bukankah cewek juga suka cowok pekerja keras yang
juga punya rencana masa depan?
Tak sekadar bilang cinta dan memintamu jadi pacar. Kami bekerja dan fokus
menata masa depan itu demi kamu juga
Selain itu, ada satu hal lain yang layak jadi pertimbanganmu saat melihat
cowok pekerja keras yang memutuskan untuk bekerja tanpa kenal lelah. Berbeda
dengan cowok-cowok yang hanya ingin mengajakmu jadi ‘pacar’, cowok yang fokus
bekerja dan menata masa depan adalah dia yang juga serius dengan dirimu. Tak
hanya ingin memintamu jadi pacar, dia yang terus bekerja keras demi menata masa
depan bersama ingin kamu untuk jadi teman hidupnya. Dia yang sibuk bekerja
memang tak terburu-buru untuk memintamu jadi kekasih hati, namun dia lebih
tertata dalam urusan memintamu jadi pendamping hidupnya. Bukankah seperti itu
lebih baik daripada harus terburu-buru bilang cinta tapi tak tau masa depan mau
dibawa kemana?
Karena sejatinya cowok yang memilih untuk bekerja keras dan mengesampingkan
urusan asmara adalah dia yang layak untuk kamu tunggu. Bukan berarti cowok yang
lebih memilih untuk bekerja daripada urusan cinta itu cowok yang kesepian dan
menghindar dari dunia cinta, ya. Namun kami hanya ingin realistis dalam
menghadapinya. Kami ingin mempersiapkan semuanya dulu agar nanti tak lagi kaget
saat terjun ke dunia cinta dengan dia yang dicinta.





0 Komentar